Ibu Ini Kecewa, Rekrutmen Perangkat Desa Tritiro Disinyalir Sarat Nepotisme

oleh

Bulukumba, Suaralidik.com, – Rekrutmen perangkat desa di desa Tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba yang digelar pada tanggal 10 januari hingga 12 januari 2018 lalu bertempat di ruang SMA Negeri 9 Bulukumba dengan agenda tes tertulis, wawancara, dan komputer dengan merujuk surat pengumuman panitia penjaringan dan penyaringan calon perangkap desa tritiro dengan Nomor 01/PA/XII/2017 yang ditanda tangani oleh Ketua Justam S.Pd dan sekretaris H.Muh Rusma tertanggal 29 septemper 2017, dinilai tak profesional.

Hal ini tambahnya dinilai oleh peserta yang mengikuti rekrutmen tidak profesional dan sarat dengan nepotisme sebagaimana yang diungkapkap oleh Dwi Andriani Basri kepada suara lidk 29/01/2018 dikantor media center suara lidik.

Ibu Dewi merasa kecewa atas apa yang dilakukan oleh panitia penjaringan dengan segaja atau terstruktur melakukan pemberian penilaian yang tidak sesuai.

Dewi panggilan akrab Dwi Andriany mengatakan bahwa dirinya itu paham tentang IT ilmu komputer “kok bisanya ada orang tidak masuk tes angkanya bagus berdasarkan dari apa yang mereka alami dengan sejumlah peserta lainnya makanya kami mengajukan surat keberatan kepada Kepala Desa Tritiro yang ditembuskan kepada, PMD kabupaten Bulukumba, camat bontotiro, panitia tim seleksi, dan sejumlah tembusan lainnya”, terang Dewi dan dalam surat keberatan tersebut Dewi dan sejumlah peserta mengajukan gugatannya.

Pertama, bahwa dalam proses seleksi yang dilakukan oleh panitia tidak dilakukan pengumuman berkas padahal ada tahapan replikasi berkas yang dilakukan oleh panitia agar seluruh peserta secara administrasi bisa mengikuti tes seleksi.

Kedua, tes itu yang dijadikan sebagai salah satu persyaratan oleh panitia dalam proses tersebut tidak dijadikan sebagai salah satu objek penilaian dalam menentukan skor atau nilai peserta dengan alasan rata-rata peserta tidak mempunyai kemampuan IT padahal faktanya itu tidak benar.

Ketiga, bahwa dalam proses penilaian yang dilakukan oleh panitia seleksi menurut kami tidak transparan dan tidak sesuai tata cara bentuk dalam penentuan nilai spooring di setiap proses seleksi yang dilakukan dimana saja.

Keempat, bahwa dalam proses penentuan skoring yang dilakukan panitia menurut kami tidak profesional karena ada salah satu peserta tes tidak mengikuti salah satu tes, tetapi mampu mendapatkan skor tertinggi yang menurut kami panitia selalu harus mampu menjelaskan kepada seluruh peserta tes dan kepada masyarakat Desa Tritiro secara umum.

Kelima, kami meminta kepada pihak panitia tes seleksi dan aparat pemerintahan Desa Tritiro untuk menemukan oknum dan memproses sesuai aturan yang berlaku terkait pencopotan pengumuman yang ditempel di kantor desa karena Kami menganggap ini mencederai dan tidak menghargai dibawa Pemerintah Desa Tritiro dan masyarakat secara umum demikian tuntutan keberatan yang ditandatangani oleh peserta penjaringan Hasriandi Basir, Dwi Andriany Basri, Nanang Askari, Hasbullah, Musdalifa Hasyim, dan Suryani Asniar yang tertanggal Tritiro 13 januari 2018.

Surat Keberatan Penjaringan Perangkat Desa Tritiro, Bulukumba

Seluruh peserta melalui Dewi berharap kepada pemerintah atau pihak-pihak yang berkompoten khususnya pemerintah kabupaten bulukumba agar surat mereka ditanggapi karena sudah beberapa minggu surat mereka tidak digubris tutup Dewi.(Awis/Kemal red) )


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama