Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) Melakukan Kunjungan Ke Kabupaten Bantaeng

oleh

SUARALIDIK.COM, Bantaeng – Sebanyak kurang lebih 100 orang rombongan Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN), hari ini telah melakukan kunjungan ke Kabupaten Bantaeng. dalam rangka pelaksanaan Rapat Kerja dan Seminar Nasional ICKN Provinsi Sulawesi Selatan. Sabtu (01/07/2017)

Sebanyak kurang lebih 100 orang rombongan Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) melakukan kunjungan ke Kabupaten Bantaeng

Bupati Bantaeng HM. Nurdin Abdullah , didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Liestiaty F. Nurdin menerima langsung kedatangan rombongan di Rumah Adat Balla Lompoa, Sabtu Sore.

Yang kemudian dilanjutkan dengan malam ramah tamah yang berlangsung di Anjungan Pantai Seruni Bantaeng.

Pada kesempatan itu, Bupati Bantaeng yang sekaligus merupakan Eksekutif presidium ICKN Provinsi SulSel, memberi gambaran umum tentang perkembangan Kabupaten Bantaeng, daerah yang dulu termasuk jajaran 199 daerah tertinggal, namun saat ini menjadi primadona di Sulawesi Selatan.

Selain itu, Nurdin Abdullah memaparkan bahwa “Sejak tahun 2008 saya mendapat amanah dari masyarakat untuk menjadi Bupati. Kami tentunya telah mengupayakan semaksimal mungkin untuk memajukan daerah ini. Dan kedatangan para raja se-Nusantara ini semakin menjadikan Bantaeng sebagai daerah yang diberkati”.

Sementara itu, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menyampaikan rasa kagumnya kepada Nurdin Abdullah yang telah merubah Bantaeng menjadi kawasan yang begitu metropolis.

Saya merasa terharu dan bangga atas pemikiran inovasi Bupati Bantaeng, ini tentu patut dicontoh oleh kepala-kepala daerah lainnya”. Ucapnya

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN), Pangeran Arif Natadiningrat (Sultan Sepuh Cirebon), yang mengatakan bahwa kesan pertamanya ketika memginjak Kabupaten Bantaeng adalah daerah ini sangat bersih, tertib, hijau dan nyaman. Ia juga terpukau dengan kondisi Bantaeng yang ternyata dapat mandiri di bidang pangan.

Di negara kita, hampir semua produk pangan adalah impor, gula dan garam bahkan buah-buahan adalah hasil impor. Tapi di Bantaeng, bikin bibit, menanam dan bahkan bisa mandiri di bidang pangan bahkan menjual produksinya sampai ke Maluku dan Papua. Dengan APBD yang sangat minim, tapi mampu mandiri membangun pertanian. Budaya-budaya ini yang harus dikembangkan dan ditularkan ke daerah lain”, tuturnya.

Pelaksanaan Rapat Kerja akan dilangsung pada tanggal 02 Juli di Gedung Balai Kartini.

Turut hadir pada kegiatan malam ramah tamah ini antara lain Ketua Presidium ICKN Pusat, H. Muh. Asdar, Sekjen FSKN, Bunda Yani, Bendahara FSKN Pusat, Jendral Polisi A. Mapparessa, Hj. Raden Ayu Dewi Ike Sartika (Kerajaan JaBar), Kangen Pangeran Yuroyudo (Pangeran Yogya), Rukiah (pemerhati adat budaya Tolaki), Pengurus ICKN Kabupaten/Kota se-Sulsel, serta seluruh pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng. [HMS|Red3]