Ikatan Perawat Honorer Indonesia (IPHI) Sulsel Akan Turun Tangan Perjuangkan Nasib Perawat

oleh
IPHI Sulsel
Foto : Pengurus IPHI Sulsel saat disambangi wartawan suara lidik di Sekretariatnya di Jl. Banta-Bantaeng Makassar. Rabu (31/05/2017).

Makassar, Suara Lidik – Ikatan Perawat Honorer Indonesia (IPHI) Sul-sel menyatakan diri akan turun tangan menyikapi nasib dan kesejahteraan para perawat khususnya yang bekerja diseluruh tatanan pelayanan kesehatan di wilayah sulawesi selatan.

IPHI Sulsel
Foto : Pengurus IPHI Sulsel saat disambangi wartawan suara lidik di Sekretariatnya di Jl. Banta-Bantaeng Makassar. Rabu (31/05/2017).

Ketua IPHI Sul-sel Desrianto saat dikonfirmasi disekreatiatnya Jl. Banta-Bantaeng, Makassar pada Rabu (31/05/2017) menyatakan akan konsisten memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para perawat honorer yang saat ini banyak tertumpuk dibeberapa instansi pelayanan kesehatan.

Ketua DPW PPNI sul-sel Muh. Ilyas, saat dikonfirmasi melalui via telepon, ia sangat mengapresasi dan mendukung langkah serta semangat kerja ketua IPHI Sul-Sel dalam upaya memperjuangkan nasib para perawat honorer.

“Insya Allah sepulang dari jakarta, saya segeraakan melakukan koordinasi kepada seluruh ketua DPD PPNI sesul-sel untuk mengutus setiap perwakilannya untuk menjadi koordinator IPHI di setiap kabupaten kota”. Ujar Muh. Ilyas.

Ditempat yang berbeda Ketua Jaringan Kesehatan Institute (JKN INSTITUTE) Nurfaizal Aziz saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya juga sangat mendukung langka IPHI Sulsel untuk turun tangan melakukan pendataan jumlah perawat honorer yang tersebar dibeberapa instansi pemerintah di Sulawesi Selatan.

Nurfaizal Aziz juga menambahkan bahwa sejauh ini sudah ada data perawat honorer sebanyak 81.199 dari 34 propinsi di DPR RI dan ini akan terus bertambah setelah perawat honorer sulses bersatu memberikan data validnya melalui team kami jaringan kesehatan nusantara (JKN) ditingkat sulsel.

Langkah yang akan ditempuh Desrianto untuk memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para perawat honorer di Sul-sel adalah telebih dahulu melakukan pendataan terkai jumlah perawat yang tersebar honor disejumlah instansi pemerintah.

“Saya akan mendata terlebih dahulu mulai dari status pekerjaan apakah honorer, kontrak atau sukarela kemudian daerah tempat teman-teman bekerja, berapa lama mereka bekerja dan berapa upah yang diterima, dan tentunya ini juga butuh kerja sama teman-teman sejawat yang honor di beberapa instansi” Urai Desrianto.

Desrianto juga menegaskan bahwa melalui IPHI dirinya akan terus memperjuangkan teman-teman sejawat hingga apa yang diharapkan IPHI yakni terpenuhinya kesejahteraan perawat khususnya di Sul-sel serta adanya perhatian pemerintah terhadap nasib perawat. (Darwis/Bandhys)