Ikuti Islamic Solidarity Games (ISG) di Azerbaijan, Indonesia Bidik Lima Besar

oleh
ISG 2017
Pelepasan Kontingen Indonesia untuk berlaga di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2017, Minggu (7/5/17) /DOK.KEMENPORA

JAKARTA-SUARALIDIK.com–Ketua Umum KOI ( Komite Olimpiade Indonesia ) Eric Thohir bersama dengan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Minggu (07/05/2017) sore di Century Park Jakarta secara resmi melepas kontingen Kontingen Indonesia untuk berlaga di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2017.

ISG 2017
Pelepasan Kontingen Indonesia untuk berlaga di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2017, Minggu (7/5/17) /DOK.KEMENPORA

Islamic Solidarity Games ke-4 Tahun 2017 akan berlangsung di Azerbaijan (12-22/5/17). Dalam ajang ISG terzsebut Indonesia mengutus 105 atlet terdiri dari 65 atlet putra dan 40 atlet putri. Kontingen Indonesia akan tampil di 14 Cabang Olahraga dari total 20 Cabang Olahraga ( Cabor), yaitu Renang, Atletik, Senam, Para Atletik, Selam, Karate, Judo, Taekwondo, Menembak, Wushu, Angkat Besi, Basket Three On Three dan Polo Air.

Dalam ajang pelepasan kontingen Indonesia itu, Sesmenpora menyampaikan pesan para atlet agar berjuang pada even ISG semaksimal mungkin karena pasca dari ISG akan menjadi even yang menentukan untuk berlaga di even-even berikutnya.

Kita tahu, setelah ISG ini,ada Sea Games 2017, Asian Indoor and Martial Arts Games di Ashgabat, Turkmenistan 2017, belum lagi single even yang lain dan puncak nanti di Asian Games 2018. Berjuanglah dengan baik, pemerintah akan memback up sepenuhnya dan ini menjadi ranahnya Kemenpora. Saya juga terimaksih kepada seluruh stakeholder olahraga karena belakangan ini sangat disibukan jelang Asian Games. Walaupun demikian, apa yang menjadi kebutuhan even ISG jangan sampai terbaikan dan juga even lainnya,” tambahnya.

Meski pernah menjadi juara umur pada ISG 2013, Indonesia tak muluk-muluk dalam memberi target karena kontingen hanya harus finis minimal lima besar.Peluang mempertahankan gelar juara umum cukup berat karena jumlah cabor olahraga yang dipertandingkan di ISG Azerbaijan berbeda dengan pada saat Indonesia menjadi tuan rumah ISG 2013.

Kendati begitu ISG bisa menjadi tolak ukur untuk di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Skuat ‘Merah Putih’ ditargetkan finis lima besar di ajang olahraga tersebut.

Berkaitan dengan bonus, selama ini pemerintah sudah memberikan bonus yang berlaga di internasional.Tetapi karena regulasi, struktur anggarannya yang masih memungkinkan menerima bonus paling rendah pada level Sea Games,Asian Para Games,Asian Games dan paling tinggi adalah Olimpiade. Di luar itu memang ada beberapa single event yang diberikan. Untuk ajang ISG ini kita tidak kasih karena struktur anggarannya tidak ada. Tapi apresiasi tidak hanya berbentuk uang. Semoga untuk ISG ke-5 yang akan datang, kami bisa menyediakan bonus,” katanya.

Rencananya, tim ISG akan bertolak ke Azerbaijan dalam dua kloter. Kloter pertama pada Senin (8/5) lalu kloter kedua pada Rabu (10/5). Sedangkan Alex Noerdin selaku CDM akan berangkat terpisah karena ada tugas lainnya.

Berjuanglah demi Merah Putih. Itu pesan yang disampaikan pak Imam Nahrawi,” tutup Gatot. (**/RED2)