Independensi PANWASLU, disanksikan Warga Parepare

oleh
Warga menuntut kinerja dan independen Panwaslu Parepare.

PAREPARE, suaralidik.com – Warga Kota Pare menggelar aksi damai didepan kantor Panwaslu Parepare, mereka menuntut kasus dugaan politik uang yang ditemukan oleh warga beberapa waktu lalu, segera diproses dan diungkap aktor utamanya. Minggu (08/04/2018).

Warga menuntut kinerja dan independen Panwaslu Parepare.

Zainal Azis Mandeng, sebagai pelapor, meminta kepada pada Panwaslu untuk bekerja jujur, “Jangan ada main mata. Jangan ada yang mencoba mempermainkan kasus ini. Ini demi demokrasi kita. Ini demi kemaslahatan warga Parepare yang mencoba mencari pemimpin yang jujur,” tegasnya dalam oratornya.

Enal (panggilan Zainal Azis Mandeng) menyampaikan bahwa, warga bakal mendukung penuh jika Panwaslu bekerja secara profesional. “Sebaliknya, jika penanganannya terlalu lama dan berlarut-larut maka wajar jika warga menaruh kecurigaan. Makanya ini harus disikapi serius,” ujarnya.

Panwaslu menerima Warga dan berjanji menyelesaikan laporan politik uang.

Salah satu Tim Hukum FAS secara terpisah ditemui media A.R.Arsyad Rauf, SH. menyebutkan bahwa Wajarlah bila warga memberi peringatan pada Panwaslu atas kinerja dan independensinya. “Saya juga telah beberapa kali telah sampaikan pada Ketua Panwas, dengan keluhan dan keraguan warga lewat telepon, agar setiap pengaduan itu harus ditindak tegas, dan transfaran serta harus memberi informasi yang akurat, mengenai posisi kasus-kasus itu saat ini. Jangan terkesan mengendap”.ujarnya.

“Dengan Adanya pelaporan Politik uang, ada bukti, ada saksi. Tunggu apa lagi? Jika sudah begini, bukan cuma FAS yang dirugikan, tetapi juga seluruh warga Parepare,” kata H. Makmur Raona, SH. Yang juga salah satu Tim Hukum FAS.

Aksi damai ini, sempat diterima Panwaslu. Salah satu perwakilan Panwaslu menyebutkan regulasi, Panwas punya waktu 5 hari untuk memproses laporan yang masuk.

Ketua Komunitas Lando Maddusila, H.Said Amri. Saat orasi.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Warga yang mendemo memastikan, aksi serupa bakal terus digelar, bahkan tak segan menduduki kantor Panwaslu jika laporan mereka tak juga diproses. (*AD).