Ingin Perdalam Pengalaman, Wabup Bulukumba Harapkan BPBD Timbah Ilmu di PRB Sorong

oleh
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto hadiri peringatan PRB di Sorong, Papua. Senin (23/10/17).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Wakil Bulukumba Tomy Satria Yulianto bertolak ke Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat untuk menghadiri Peringatan Bulan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dimulai sejak tanggal  22 sampai dengan 25 Oktober 2017.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto hadiri peringatan PRB di Sorong, Papua. Senin (23/10/17).

Acara nasional ini dihadiri oleh bupati, walikota, dan gubernur se- Indonesia. Wabup Tomy Satria Yulianto ke Sorong didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba Andi Akrim Amir dan sejumlah stafnya.

Untuk kegiatan ini, BNPB mengusung tema ‘PRB Sebagai Investasi Pembangunan’.

BNPB memilih tema tersebut, sebagai sinergi terhadap semangat Nawacita di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Program pembangunan yang tertuang dalam Nawacita dan terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, menekankan pada penanggulangan bencana, khususnya PRB, ke dalam perencanaan pembangunan nasional hingga lokal.

Menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, sasaran RPJMN untuk melindungi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dari ancaman bencana sehingga menjamin keberlanjutan pembangunan.

Dalam RPJMN tersebut, pemerintah telah menetapkan prioritas 136 kabupaten/ kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berisiko tinggi.

“Upaya pengurangan risiko bencana bukan semata-mata sebagai pengeluaran, tetapi telah diperhitungkan sebagai investasi pembangunan,” katanya.

Willem Rampangilei menambahkan, penanggulangan bencana, khususnya upaya PRB, mampu untuk meningkatkan ketahanan sehingga tidak mempengaruhi secara serius proses pembangunan. Olehnya itu, salah satu upaya dalam implementasi PRB tersebut, adalah dengan menurunkan indeks risiko bencana pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Dikatakan, Peringatan Bulan PRB 2017 kali ini tidak terlepas dari tujuan untuk memperkuat pemahaman pemerintah dan masyarakat terhadap aktivitas PRB sebagai investasi untuk ketangguhan. Investasi yang diharapkan mencakup pembangunan kesadaran bersama, pembangunan dialog dan pengembangan jejaring antar pelaku PRB, serta ajang pembelajaran bersama pelaku PRB di seluruh Indonesia.

“Investasi PRB perlu selalu dilakukan secara fokus dan inklusif dalam pembangunan berkelanjutan, agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Oleh karena itu, demikian Willem Rampangilei, untuk mendukung kemajuan-kemajuan dalam upaya penanggulangan bencana ini, diperlukan komitmen yang kuat antara pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta,” kata Willem Rampangilei saat pembukaan acara Peringatan Bulan PRB tersebut, di Aimas Convention Center (ACC), Senin (23/10/17).

BNPB bersama tuan rumah pemerintah Provinsi Papua Barat, menyelenggarakan peringatan ini dengan beberapa agenda seperti knowledge sharing, rally PRB, bersih sungai dan pengukuhan sekolah sungai, pelatihan manajemen bencana, pameran dan sebagainya.

Sementara itu, Tomy Satria Yulianto mengapresiasi kegiatan ini, sebagai upaya rembuk nasional dalam menghadapi bencana dan mengurangi resiko bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi di wilayah masing-masing.

“Kita berharap sahabat-sahabat dari BPBD Bulukumba bisa belajar atau sharing informasi dan pengalaman dengan BPBD dari kabupaten kota lainnya, sehingga personil kita di Bulukumba semakin terampil, solid dan siap dalam menghadapi bencana,” ujarnya di sela-sela acara Peringatan Bulan PRB.