Pengelolaan Dana BOS SMP Swadiri Seputih Agung Disorot, Ini Alasannya

oleh -33 views
Foto : SMP Swadiri Seputih Agung

LAMPUNG TENGAH, Suaralidik.com – Kondisi Sekolah Menengah Pertama Swadiri Kecamatan Seputih Agung sangat miris. Sejak dipimpin Kepala SMP Andhika Rully Septiyan, S.Pd, sejak medio 2017 lalu, sekolah dengan murid mencapai 300-an siswa aktif itu sama sekali tidak mengalami perkembangan.

Dari penelusuran wartawan media ini, ditemukan sejumlah kondisi bangunan yang memprihatinkan, diantaranya plafon ruang belajar yang jebol, cat bangunan yang menggambarkan sekolah tidak terawat, sampai pada fasilitas pendukung seperti majalah dinding yang sepertinya disengaja tidak dirawat.

Berikut pantauan kegiatan belajar mengajar di sekolah setempat. Para siswa setiap harinya disuguhi pemandangan fasilitas pendidikan yang sangat memprihatinkan.

Padahal, dari data yang ada, sekolah setempat selalu menerima bantuan operasional sekolah (BOS) setiap tahunnya. Utamanya sejak dipimpin oleh Andhika Rully Septian.

Saat ditemui pewarta, Kepala SMP Swadiri Kecamatan Seputih Agung, Andhika Rully Septian, terkesan angkuh dan sempat mencoba menutupi informasi dari wartawan.

Bahkan kepala sekolah itu berkeyakinan hanya Inspektorat Kabupaten yang berwenang untuk menanyakan pengelolaan dana BOS, bukannya wartawan.

Foto : Kondisi SMP Swadiri Seputih Agung

Apa yang dilakukan kepala sekolah tersebut tentunya kontradiktif dengan semangat pemerintah yang konsentrasi dengan keterbukaan informasi publik, dan optimalisasi sarana pendidikan di daerah.

“Ya kalau bicara soal angka, saya tidak bisa lah (memberikan informasi),” kata kepala sekolah itu.

Pernyataan kepala sekolah itu mengundang reaksi keras dari elemen masyarakat, diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendidik pro rakyat nusantara Lampung .

Dikatakan Ketua DPD Lidik pri Lampung, Edy doy, seorang tenaga pendidik harusnya mengerti tugas pokok dan fungsi jabatannya. Bukan malah mencari alasan untuk menutupi kepentingannya.

“Kalau memang tidak ada apa-apa pada pengelolaan keuangan di sekolah itu, kenapa harus disembunyikan dari media?

Seharusnya sebagai tenaga pendidik yang diberikan amanah tugas tambahan menjadi kepala sekolah, oknum itu mengerti akan kapasitasnya. Buka saja ke media atau ke publik.

“Karena ini kaitannya dengan integritas pribadinya. Kalau ditutupi seperti itu kan semakin gencar masyarakat yang berpikir bahwa pengelolaan keuangan di sekolah itu sangat berantakan, dan condong mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.

Edy menegaskan, pihaknya akan menyurati Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah untuk melakukan cek pengelolaan keuangan di SMP Swadiri Kecamatan Seputih Agung itu.

“Kalau tidak ada tindakan konkret, kami akan laporkan dugaan yang jadi temuan tim di lapangan kepada pemerintah pusat, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kita akan pakai jaringan kita di Jakarta untuk menelusuri lebih jauh seperti apa mekanisme yang diterapkan dalam penyaluran dana BOS ke sekolah-sekolah. Karena, kami menduga, telah terjadi praktik-praktik KKN di dalam pengelolaan dana BOS di tingkat daerah,” tandasnya. (***Edy doy)