Ini Penyebab Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba

oleh -780 views
KM Sinar bangun
Photo detik-detik tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan danau Toba, Senin (18/6/2018) petang

Medan, suaralidik.com – Kapal Mesin Sinar Bangun yang mengangkut puluhan penumpang tenggelam di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) petang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugrooho membenarkan hal ini. Menurutnya, kapal berisi sekitar 80 orang wisatawan bertolak dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Tigaras-Parapat di Kabupaten Simalungun.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Samosir, Mahler Tamba mengungkapkan, penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun yakni akibat kelebihan kapasitas, cuaca buruk dan human error.

Hingga pagi hari, danau toba dibalut dengan duka, terlihat di Pelabuhan Fery Simanindo, Samosir (19/6/2018). Hal paling menyedihkan, ada korban sekeluarga yang hilang di antara dalam peristiwa naas itu.

“12 halak keluargakku mago. Dang tarandungkon ahu be on. Itokku, paramanku, edaku. (12 orang keluargaku hilang. Saudara kandung dan keponakanku,”ujar Ruliana Nainggolan degan air mata yang bercucuran di pipinya.

Setengah terisak-isak perempuan 52 tahun ini menceritakan, ada pun keluarganya yang hilang yakni, Ledikson Nainggolan dan istrinya Lilis Lubis serta ketiga anaknya Bungaran Nainggolan, Asri Nainggolan, Nikolas Nainggolan. Kemudian Hotman Nainggolan, Dorman Nainggolan, Ledikson Nainggolan, Basaria Nainggolan, Astri Nainggolan, Jonveldi Nainggolan, Nicolas Nainggolan. lilis Lubis, Melinton Simatupang, dan Hasiholan Sidabutar. Untuk yang total sekeluarga yakni Ledikson Nainggolan dan istrinya Lilis Lubis serta anaknya Bungaran, Asri Nainggolan, Nikolas Nainggolan.

Kepada Media, menurut Ruli, kedatangan para keluarga di Samosir sebelumnya untuk prosesi pesta tugu. Sehingga, keluarga mereka yang jadi korban pulang ke kampung memboyong anak-anaknya dari Jakarta dan Pematang Siantar.

Beserta keluarga lainnya, Ruliana masih ikut mengantar saudara kandung dan keponakannya ke Pelabuhan Ferry dengan menaiki mobil sekitar pukul 4 sore. Kemudian, sebelum kapal berangkat mereka langsung berpisah dan Ruliana meninggalkan pelabuhan untuk bertolak ke Tarutung, Tapanuli Utara. (***Ichal)