Ini Pernyataan Sikap FPR Bulukumba dalam Aksi Peringatan Hari Buruh

oleh
FPR
FPR Bulukumba konvoi di seputaran kota Bulukumba dalam aksi memperingati Hari Buruh ( May day ) 1 Mei , Selasa (2/5/17) ||SUARALIDIK

BULUKUMBA, SUARALIDIK.com — Peringatan Hari Buruh Sedunia – Mayday- yang jatuh pada tanggal 1 Mei diperingati dengan aksi massa dari organisasi buruh, pemuda, petani dan organisasi rakyat lainnya yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) di berbagai wilayah termasuk di Bulukumba. Dalam peringatan Mayday di Bulukumba FPR melakukan aksi di depan kantor Bupati Bulukumba, Selasa (2/5/17) siang.

FPR
FPR Bulukumba konvoi di seputaran kota Bulukumba dalam aksi memperingati Hari Buruh ( May day ) 1 Mei , Selasa (2/5/17) ||SUARALIDIK

FPR dalam aksinya menuntut kepada pemerintahan Jokowi-JK untuk mengentikan politik upah murah, hentikan kriminalisasi terhadap buruh, hentikan PHK massal dan hapuskan sistem kerja kontrak/outsourching dan program Reforma Agraria Palu Jokowi-JK.

Dalam aksi yang dipimpin oleh Koordinator Arwin Sampurna serta ketua FPR Bulukumba Rudy “Injet” Tahas, FPR memberikan pernyataan sikap kepada pemerintah Jokowi-JK dan Bupati Bulukumba agar selalu memihak terhadap kaum Buruh, kaum Tani, Nelayan dan Rakyat Indonesia.

Berikut isi pernyataan sikap FPR Bulukumba ;
(1) Cabut dan hentikan Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi yang hakekatnya adalah pelaksanaan neo-liberalisme imperialis Amerika Serikat ! Hentikan seluruh pelaksanaan rencana strategis nasional yang telah semakin memerosotkan penghidupan rakyat dan meningkatkan penindasan !

(2) Cabut PP No.78 Tahun 2015 sebagai politik mempertahankan upah muraah ! Dan cabut seluruh aturan yang memudahkan fleksibilitas tenaga kerja semakin berkembang sebagai implementasi neo-liberalisme ( seperti Peraturan Menteri No.36 Tahun 2016 tentang Pemagangan )

(3) Hentikan reforma agraria palsu Jokowi dan jalan reforma agraria sejati ! Turunkan biaya produksi pertanian ( pupuk, obat, bibit ) dan naikkan harga produksi serta naikkan upah buruh tani

(4) Turunkan harga dan berikan subsidi yang lebih besar kepada rakyat untuk pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok rakyat

(5) Kembalikan seluruh tanah ulayat ( berdasarkan hasil verifikasi faktual ) yang telah dirampas oleh PT.Lonsum

(6) Kembalikan tanah rakyat yang dirampas oleh negara dengan skema TAHURA

(7) Mendesak PT.Lonsum untuk menyediakan lahan bagi peternak seluas 100 Ha

(8) Tarik seluruh Pasukan Brimob dari PT.Lonsum yang telah melakukan intimidasi, teror dan tindakan refresif terhadaap petani dan peternak

(9) Batalkan PHK 120 buruh yang dilakukan oleh PT. Lonsum secara sepihak

(10) Berikan perlindungan terhadap Nelayaan Tradisional di Bulukumba

(11) Berikan perlidungan sejati bagi TKI asal Bulukumba

(12) Hentikan kekerasan daan diskriminasi negara terhadap kaum perempuan Indonesia

(13) Mendesak pemerintah daerah untuk menutup semua tambang galian C yang tidak berizin atau ilegal di Bulukumba

(14) Berikan lapangan Pekerjaan yang layak bagi pemuda

(15) Cabut UU PT. No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, hentikan skemaa Privatisasi, Liberalisasi, Komersialisasi daan segala bentuk pungutan liar di sektor Pendidikan

(16) Hentikan perampokan kekayaan alam di tanah Papua oleh imperialis dan negara. Hentikan kekerasan, Kriminalisasi dan penderitaan raakyat oleh meningkatnya militerisme di Papua ( A2)