Ini Pesan Gubernur Gorontalo Kepada IQRA Usai Dilantik

oleh -18 views

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memberikan ucapan selamat kepada Indra Yasin dan Thariq Modanggu usai dilantik,(foto humas).

Gorontalo, Suaralidik.com – Usai melantik Indra Yasin – Thariq Modanggu sebagai Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara periode 2018-2023, dirumah dinas Gubernur kota Gorontalo Kamis 06/12/2018. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengingatkan kepada Bupati/Wakil Bupati agar menjaga keharmonisan.

“Saya berpesan, Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik untuk tetap menjaga kekompakan, baik diantara keduanya maupun dengan pimpinan OPD dan Anggota DPRD, serta membangun komunikasi dan sinergitas agar pembangunan kemasyarakatan berjalan sesuai dengan harapan kita.”ungkap Gubernur dua periode saat memberikan sambutan.

Mengingat 90 persen, lanjut Rusli, Gubernur, bupati/Walikota yang ada diindonesia setahun setelah dilantik pasti perpecahan antara keduanya akan timbul.

“Ada sekitar 90 persen kepala daerah dan wakilnya terjadi pecah kongsi, paling lambat satu tahun berjalan bersama, namun setelah itu sudah ada intrik politik yang dimainkan,”tutur Rusli Habibie.

Pihaknya juga berharap agar Bupati/Wabup yang akan memimpin selama lima tahun kedepan, mengelola APBD yang saat ini mencapai 800 milyar rupiah harus di prioritaskan kepada program yang pro rakyat.

Ditempat berbeda Bupati Indra Yasin menegaskan bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk berbagi tugas menjalankan pemerintahan kedepan, dan berjalan sesuai dengan tugas masing masing.

“Keharmonisan antara Bupati dan Wabup saya rasa kita masing masing telah ada pembagian tugas, dan saya pikir pak Thariq juga sudah memahami itu, apa yang menjadi tugas Kepala dan Wakil Kepala Daerah. Saya pikir bila kita memahaminya maka pemerintahan ini akan berjalan dengan baik.”ungkap Indra dirumah pribadinya usai dilantik.

Mudah mudahan, lanjut Indra Yasin, kita bisa memperkecil apa yang menjadi angapan masyarakat serta penegasan Gubernur, bahwa 90 persen pemerintahan itu pica konsi, tapi saya dan pak Tharik berkomitmen itu tidak akan terjadi pada diri kami.

“Tak ada istilah ban serep, saya berharap pemahaman itu dibuang jauh-jauh, Saya dan Pak Thariq sudah ada pembagian kerja jadi tak ada istilahnya nongkrong. Semua program yang kami berikan, itu semua untuk seluruh masyarakat Gorut dan bukan sekedar yang memberikan dukungan. Saya dan pak Thariq dilantik sebagai adalah Bupati/Wabup masyarakat Gorut, bukan Bupati/Wabuo untuk sekelompok orang atau yang memeilih kami.”tegas Bupati dua periode ini.(***TR/03).