Ini Pesan Wahdah Islamiyah ke Pasangan TAKBIR Di Sinjai

oleh

Sinjai, SUARALIDIK. COM,  Kembali pasangan Takyuddin Masse-Mizar Roem menemui sejumlah tokoh di Sinjai. Setelah sebelumnya bertemu dengan pimpinan Pesatren Istiqamah, Ustad Fadlullah Marzuki, Kali ini, pasangan berakronim Takbir ini bersilaturahim dengan sejumlah pimpinan dan aktifis Wahdah Islamiyah Kabupaten Sinjai, Sabtu (03/03).

Di terima di rumah tokoh masyarakat Sinjai, H. Saehe, hadir dari pimpinan Wahdah, Ketua H. Asrum, mantan ketua sebelumnya, H. Imran dan sejumlah pengurus lainnya. Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban.

Kepada pasangan Takbir, Wahdah Islamiyah Sinjai memberikan pesan khusus. Disebutnya kehidupan keagamaan adalah hal yang wajib diprioritaskan. “Sinjai disebut Bumi Panrita Kitta. Jika Pasangan TAKBIR ditakdirkan Allah menjadi pemimpin di Sinjai, kembalikan nilai-nilai itu,” Ungkap H. Asrum.

Asrum menilai, kebijakan yang berpihak pada program keagamaan mulai luntur dan tidak diperhatikan lagi. “Kita ini masyarakat religius. Banyak ulama, penghapal dan tokoh-tokoh agama lahir di sini. Pesantren dan masjid gampang ditemui. Pembangunan fisik dan mental harus berjalan beriringan. Dan itu tergantung pemimpinnya,” ujar pengusaha kayu ini.

Asrun juga mengingatkan pengeloaan zakat, infaq dan sadaqah harus lebih baik lagi. Termasuk soal pendidikan anak disebutnya harus jadi prioritas. “Baznas harus dioptimalkan. Jika mati, harus dihidupkan kembali.

Berapa orang miskin bisa dibantu jika pengelolaan zakat dan infak bisa maksimal. Pendidikan yang kami bina alahmdulillah. Akan lebih baik lagi jika ada kebijakan pemerintah dalam mensupport calon generasi masa depan ini” ungkapnya.

Menanggapi pesan itu, Takyuddin mengucapkan terima kasih atas saran dan masukannya. “Ini agenda wajib. Kami berdua muslim. Program keagamaan adalah harga mati buat kami. Ini Juga adalah investasi akhirat kami,” Jawabnya.

Tampak hadir menemani pasangan Takbir di antaranya ketua Tim Pemenangan, Nurlan Sanjaya, Jubir Takbir, Elly Oscar dan legislator Provinsi Sulsel, Arum Spink.(kemal red).