Inilah Anak Dibawah Umur Korban Dugaan Main Hakim 2 Oknum Polisi di Bulukumba

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Seorang anak dibawah umur, di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menderita trauma mendalam pasca jadi korban penganiayaan sejumlah oknum, Kamis 17 Agustus lalu.

Adalah AD (inisial korban, Red) umur 14 tahun, kini hanya bisa berdiam diri di kediaman pamannya akibat perlakuan yang didapatinya.

Saat ditemui sejumlah awak media, Rabu (23/8/17), AD didampingi ayahnya, menceritakan awal kejadian saat ia dan 2 temannya, NA dan AA yang juga anak dibawah umur, menjadi korban main hakim orang, disebutnya juga ada beberapa oknum polisi yang ikut menganiaya dirinya.

Saat itu, ia dan kedua temannya hendak menuju lokasi kejadian di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, tiba-tiba dipanggil oleh salah satu oknum polisi dan bertanya tentang hilangnya uang milik warga di kantor SKB.

Ketika Ketiganya ditanyai, mereka menyangkal dan sama sekali tidak mengetahui hilangnya uang tersebut. Saat itu jugalah AD langsung mendapat tamparan berkali-kali oleh oknum polisi itu.

“Dua kali pak saya ditampar, jadi saya bilang jangan tampar saya pak karena orang tuaku saja tidak pernah tampar saya, habis itu dia suruh maki pulang,” ucap AD dengan nada pelan.

Tak sampai disitu, usai mendapat tamparan lanjut AD, ketiganya yang tak terima dituduh mencuri kemudian menyambangi teman lainnya, hingga kemudian mereka berbondong mendatangi SKB dengan maksud ingin mempertanyakan ke warga SKB apakah ada diantara mereka yang pernah atau kedapatan mengambil uang.

Namun, setibanya depan gerbang SKB mereka yang kaget tiba tiba dipanggil seorang polisi berseragam dan bersenjata sontak membuat mereka lari. AD NA dan AA yang melihat teman-temannya lari sempat bengong hingga akhirnya memutuskan jugu ikut lari akibat panik, tiba depan rumah AD yang tak jauh dari lokasi, ketiganya terhenti hingga oknum polisi yang mengejarnya itu mendapati dan menganiaya mereka.

“Saya diseret masuk di SKB pak tanpa ditanya satu kalipun, sampai di dalam kami disuruh jongkok, disitulah kami dipukul habis-habisan bahkan ditendang oleh (oknum, Red) polisi dan beberapa orang lain hingga berdarah, bahkan saya juga sempat di hantamkan pucuk senjata di kepala,” ujarnya sambil terisak.

AD (14) korban penganiayaan diduga 2 oknum Polisi beberapa waktu lalu. Akibatnya ia menderita luka memar, lebam, benjol di beberapa bagian tubuh, serta luka di kepala.

Beruntung orang tua AD, Muh Syarif Asiz mendapat laporan dari rekannya langsung menuju lokasi segera mengamankan putranya itu dari amukan.

“Yang paling parah pak, anak saya AD dipukul sampai muntah darah, mukanya lebam dan memar, bahkan di kepala berdarah juga,” ungkapnya kepada awak media.

Selain itu, Muh Syarif menyesalkan tindakan refresif oknum polisi tersebut yang ikut main hakim sendiri. Dirinya juga sempat bersitegang di lokasi.

“Hari itu oknum polisi tersebut memperlihatkan contoh yang tidak baik yang katanya pengayom masyarakat, harusnya kalau memang anak saya dinilai salah kenapa tidak diamankan justru malah dihakimi, negara kita kan negara hukum,” sesalnya.

Karena tidak terima, Muh Syarif telah melaporkan dua oknum anggota polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) dan Ajun Inspektur Satu (Aiptu) berinisial AI, AS tersebut di Polres Bulukumba dengan bukti laporan nomor: LP/279/VII/2017/Res.Blk/Sulsel, Tanggal 17 Agustus 2017. Selain laporan ia juga telah melakukan visum di Rumah Sakit Sultan Dg. Raja Bulukumba hari itu juga.

Terpisah, Kapolres Bulukumba AKBP M Anggi Naulifar Siregar mengatakan saat ini telah mengusut kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh dua anggotanya.

“Sementara kita tangani, iya sudah ada tapi kami sedang proses,” kata Kapolres saat dikonfirmasi awak media.