Inilah Deretan Kasus Korupsi Yang Belum Di Tuntaskan Oleh Kejari Bulukumba

oleh
Kejari Bulukumba
Aksi demo GARIS didepan Kantor kejari bulukumba,Jumat 23/12/2016

Lidik Bulukumba-Jumat 23/12/2016 Kantor Kejari Bulukumba diramaikan oleh pemuda dari Gerakan Rakyat Intektual Sulawesi selatan (GARIS) yang melakukan unjuk rasa terakit adanya indikasi kinerja lambang Kejari Bulukumba dalam menagani kasus korupsi dan penggelapan dana.

Kejari Bulukumba
Aksi demo GARIS didepan Kantor kejari bulukumba,Jumat 23/12/2016

Informasi yang berhasil dihimpun oleh suaralidik.com di lapangan bahwasannya GARIS yang memdesak Kejari Bulukumba itu menyimpan catatan kasus-kasus korpusi sejak tahun 2006 hingga 2016 yang sedang ditangani oleh Kejari Bulukumba namun tidak ada penyelesaian hingga sekarang ini.

Hasil pantauan di depan kantor kejari Jumat 23/12/2016 sekitar pukul 14:40 Wita GARIS yang dipimpin langsung oleh Muhammad Basri bersama Eko membacakan pernyataan sikap mereka di depan kantor Kejari Bulukumba yakni mendesak Kejari melaksanakan Inpres no 5 thn 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi serta memeriksa secara mendalam dan menahan serta mengadili tersangka yang sudah ditangani maupun berupa laporan yang mandek.

Inilah daftar kasus korupsi dan penggelapan dana yang belum diselesaikan oleh kejari Bulukumba Mulai tahun 2006

  • kasus sejak tahun 2006,kasus korupsi pajak bumi dan bangunan kabupaten bulukumba Sebesar Rp.1.750.000.000
  • kasus sejak tahun 2007,kasus korupsi penyelewengan dana bantuan bencana sumber daya alam kab bulukumba senilai 5 M
  • kasus sejak tahun 2009,kasus korupsi penyelengan dana kesehatan gratis pada rumah sakit umum sultan daeng raja senilai 4,6 M
  • Kasus Sejak tahun 2011,kasus korupsi dana ALKES ( alat kesehatan ) Kabupaten Bulukumba senilai 20 M
  • Kasus Sejak tahun 2011,kasus korupsi pengadaan motor pada Badan Ketahanan Pangan kab bulukumba kurang lebih 700 juta
  • Kasus Sejak tahun 2013,kasus korupsi bantuan bedah rumah kabupaten bulukumba Rp.1.770.000.000
  • Kasus Sejak tahun 2014,kasus korupsi Pengadaan Teknologi Informasi dan Komonikasi pada Dikspora kabupaten Bulukumba senilai 2 M
  • Kasus Sejak tahun 2015,kasus Dugaan penyelewengan dana anggaran pembangunan pasar tanete bulukumba senilai 9,7 M
  • Kasus Sejak tahun 2016,Kasus dugaan penyelewengan Anggaran oleh Direktur PDAM bulukumba senilai 700 juta
  • indikasi pelanggaran Badan Pengawas Rumah Sakit Umun sultan daeng raja bulukumba

Berdasarkan data ini GARIS menilai Kinerja Kejari Bulukumba sangat lambang dan terkesan mengulur-ulur waktu dalam menyelesaikan kasus-kasus korupsi tersebut.ini perlu dilakukan pengawasan juga menghindari pembiaran kasus-kasus korupsi di bumi panrita lopi,jelas eko.

( Anto/bcht )