Inovasi baru Tanaman Buah Naga Desa Bulukamase, Ini Tujuannya

oleh -
Tanaman Buah Naga milik kepala Desa Bulukamase kecamatan sinjai selatan

Sinjai, suaralidik.com –  Tanaman Buah Naga biasa kita jumpai di pedesaan namun kali ini tanaman Buah naga yang satu ini beda dari pada yang lainnya seperti yang baru baru ini di jumpai oleh media suara lidik di Desa Bulukamase kecamatan sinjai selatan,kamis 20/06/2019 pkl 10:30 wita.

Tanaman Buah naga ini di ketahui milik ibu Nurlaelah istri kepala Desa Bulukamase kecamatan sinjai selatan.

Tim suara lidik yang langsung konfirmasi di ruang kerja kepala desa Bulukamase umar S.sos suami dari nurlaelah mengatakan bahwa betul itu kebun buah naga yang di samping rumah memang milik istri saya dan saya hanya mencoba praktik cara bertanam dan memelihara buah naga tersebut.

Lanjut umar mengatakan di hadapan media bahwa apa yang telah saya coba dan lakukan itu adalah salah satu inovasi yang tercipta dari istri saya contohnya khan selama ini orang yang bertanam buah naga kebanyakan memakai tiang kayu untuk perkembangan buah naganya sedangkan kami tidak yang kami pakai adalah tiang cor yang ukurannya sekitar 10×10 lebar dan tingginya sekitar 2 meter.

Tehnik yang kami buat itu berupa tiang cor agar kami dapat memakainya dalam waktu jangka panjang di bandingkan kalo pake kayu tidak tahan lama serta biayanya bedah tipisji,dan Alhamdulillah upaya yang telah kami lakukan ini sudah berjalan satu tahun dan telah membuahkan hasil serta di nikmati oleh para keluarga dan warga saya sebab kami tidak jual dan sudah pernah kami tampilkan buahnya di perlombaan festifal buah tahun kemarin.

Lanjut umar,bahwa tujuannya adalah memberikan contoh kepada masyarakat terkait pembuatan dan cara bertanam buah naga dan ini bukanlah suatu program usaha desa melaingkan usaha pribadi dan tanah atau kebun di samping rumah saya itu dulunya di penuhi tanaman coklat.kemudian istri saya berinisiatif untuk membabat habis pohon coklatnya dan menggantinya dengan tanaman Buah naga di karenakan tanah tersebut gersang dan hasil buah coklatnyapun tidak subur.dengan adanya tanaman buah naga ini yang alhamdulillah menjadi salah satu kesibukan saya juga di luar jam kantor sebagai kepala desa dan sebelum saya kekantor paginya saya lakukan penyiraman dan sorenya pun demikian,itupun kalau tidak hujan dan pemupukan dan penyemprotan hama dua kali sebulan.

Harapan saya serta istri semoga inovasi ini dapat bermanfaat bagi orang banyak dan teruntuk bagi keluarga kami tutup umar kepala desa bulukamase.(***Basri )