Memilukan! Tak Ada Kendaraan, Jenazah Warga Bantaeng Ini Dipikul Dengan Sarung

oleh
Jenazah Dg Raba (Alm) warga desa Bajiminasa, kecamatan Gantarangkeke, kabupaten Bantaeng, terpaksa ditandu dengan sarung lantaran pihak keluarga tak memiliki kendaraan. Senin (18/9/17).

BANTAENG, Suaralidik.com – Masyarakat Sulawesi Selatan kembali geger dengan Kasus jenazah yang ditandu dengan sarung lagi-lagi terulang. Jika sebelumnya terjadi di kabupaten Bulukumba, hal serupa juga terjadi di Kabupaten Bantaeng. Hanya saja kali ini bukan Puskesmas yang menjadi sorotan seperti yang terjadi di Bulukumba.

Jenazah Dg Raba (Alm) warga desa Bajiminasa, kecamatan Gantarangkeke, kabupaten Bantaeng, terpaksa ditandu dengan sarung lantaran pihak keluarga tak memiliki kendaraan. Senin (18/9/17).

Seorang warga bernama Dg Raba (70) yang meninggal di kebun usai memanjat jambu mete, jasadnya terpaksa dievakuasi menuju rumah duka berjarak 1,5 Kilo Meter menggunakan sarung dengan cara dipikul. Senin (18/9/17).

Saat akan dibawa ke rumah duka tak ada kendaraan ataupun ambulance, dengan alat seadanya jenazah warga desa Bajiminasa, kecamatan Gantarangkeke itu, dipikul menggunakan sarung.

Hasruddin, salah seorang kerabat menuturkan, jenazah Dg Raba diketahui meninggal setelah Salat Ashar, ditemukan pertama kali oleh anak menantunya.

“Kondisi jenazah dalam keadaan kaku tak bernyawa, kemungkinan jenazah jatuh dari pohon jambu mete,” ucapnya.

Hasruddin menceritakan akibat tidak adanya kendaraan ataupun ambulance di Desa tersebut membuat warga terpaksa menggotong jenazah Dg Raba dengan sarung.

Atas kejadian tersebut politisi NasDem Bantaeng, Ahmad Fihrun menyoroti ketidakpekaan aparat desa.

“Kenapa tidak ambil kendaraan alternatif,” ujarnya.

Fihrun berharap agar kedepannya Pemerintah Daerah dapat menyiapkan mobil Jenazah di setiap Desa.

“Kami harap tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kejadian seperti ini,” tandasnya.