Inspektorat Turun Memeriksa Renovasi Kantor Lurah Bolihungga yang Diduga Mark-up

oleh
Photo : Inspektorat Kabgor saat memeriksa Kantor Kelurahan Bolihungga yang direnovasi dengan nilai anggaran Rp 122 Juta dan menimbulkan protes dari masyarakat.

Gorontalo, Suaralidik.Com –  Inspektorat kabupaten gorontalo langsung turun memeriksa renovasi Kantor Lurah Bolihuangga, kecamatan Limboto, yang dibandrol dengan anggaran Rp 122 juta dan memicu timbulnya anggapan miring dari masyarakat.

Masyarakat menilai pembangunan renovasi kantor lurah yang dilakukan oleh lurah dan pihak ketiga tersebut diduga berbau mark up.

Kepada awak media ketua tim Abdul Haris Nawawi disela sela pemeriksaan mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan fisik yang nantinya akan disesuaikan dengan dokumen RAB.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan fisik yang akan disesuaikan dengan RAB, sehingga belum dapat memberikan keterangan secara terperinci apakah memang terindikasi mark up atau tidak terkait renovasi ini.” tegas ketua tim.

Ia menegaskan jika nantinya dalam pemeriksaan nanti, terbukti terjadi mark up pihak inspektorat akan memberikan sanksi yang tegas sesuai dengan pelanggaran yang telah diperbuat.

“Permaslahan ini masih dalam tahap pemeriksaan, sehingga kami belum tahu hasilnya seperti apa, namun bila terbukti mark up pihak inspektorat akan memberikan sanksi tegas.” ujar abdul haris nawawi.

Ditempat yang sama Lurah Bolihuangga, Noldy Pentury saat dikonfirmasi mengungkapkan, apa yang menjadi sorotan masyarakat tidak sesui. Pohaknya menilai pembangunan balai kelurahan tersebut sudah sesuai dengan mekanisme.

“Saya merasa pekerjaan renofasi ini sudah sesuai dengan RAB yang ada, dan apabila ada kerugian yang berhak menentukan adanya itu adalah inspektorat.” tegas lurah bolihuwangga

Ia juga menambahkan jika ada kerugian negara pihak ketoga siap untuk mengembalikan.

“Jika memang ada kerugian negara, pihak ketiga siap untuk mengembalikan kerugian tersebut,” tutup Noldy Pentury.(***RDJ).