International Women’s Day, Ini tanggapan Aktivis Perempuan UIT Makassar

oleh
Nuraeni Arsyad

Lidik Makassar – Hari Perempuan Internasional tidak hanya diperingati dengan memberi bunga dan ucapan kepada perempuan yang di sayangi atau peringatan lainya yang di peringati setiap tahunya namun perlu ada kesadaran dan tanggung jawab bersama.

Nuraeni Arsyad

Hal ini mendapat Respon dari Nuaraeni Arsyad salah satu aktivis perempuan yang juga Mahasiswa UIT Makassar. Rabu, (08/03/2017)

“Hari ini, 8 Maret 2017 adalah simbol perjuangan yang dilalui semua perempuan-perempuan di seluruh dunia untuk memperoleh kesetaraan dan hak serta sebagai pengingat bahwa jalan masih panjang. Untungnya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu merayakan hari yang penting ini,”

Menurutnya, peran perempuan-perempuan di Indonesia bahkan Di Sul-Sel contohnya dalam memperingati hari perempuan internasional sangatlah diharapkan, tanggung jawab bersama dan kesadaran masing-masing baik dari birokrasi pemerintahan maupun dari institusi supremasi penegakan Hukum.

Sebagaimana yang ada di sulsel bahkan di indonesia hampir rata-rata kekerasan sangat cenderung terjadi kepada kaum perempuan, apa lagi banyaknya WNI yang menjadi TKW di Negri tetangga yang juga banyak mengalami kekerasaan seperti yang sering kita liat di siaran-siaran televisi Lokal Maupun Nasional.

Banyaknya Kaum perempuan yang mengalami kekerasan di luar Negri bahkan di dalam Negri karna kurangnya lapangan Kerja sehingga banyak yang mencari pekerjaan di Negri tetangga secara ilegal dan kerap kali mengalami kekerasan.

Belum lagi kekerasan seksual di dalam Negri baik di bawah umur dan kekerasan Rumah Tangga KDRT tidak terlepas dari faktor Ekonomi dan kuranganya Pemahaman pendidikan juga pencegahan kekerasan terhadap ke kaum perempuan.

“Hal tersebut diperparah dengan masih banyaknya regulasi yang mendorong terjadinya kekerasan terhadap perempuan, salah satunya batas usia perkawinan 16 tahun bagi seorang perempuan”

Menurutnya Negara harus ambil tindakan dengan memberikan pemahaman, misalnya melalui pendidikan, kepada aparaturnya mengenai pemahaman isu kekerasan perempuan yang lebih mendalam. Dengan begitu mereka paham bagaimana cara mencegah, tidak hanya menindak,” ucapnya

Dalam peringatan Hari perempuan kali ini semoga tidak ada lagi kekerasan terhadap kaum perempuan yang terjadi di dalam negri maupun di luar Negri bahkan kekerasan terhadap kaum perempuan di bawah umur. “di butuhkan kesadaran dan penegakan HAM secara serius bahwasanya sebuah hak masing-masing yang di bawah secara lahiriah dan pencegahan serius dari semua sektor,
Tegas Nuraeni Arsyad yang biasa di sapa Nuraeni

Editor : Adhe