Investigasi LPK, Ada Temuan Konspirasi Tak Sesuai RAB Proyek DAK SMPN 14 Bulukumba

oleh

SUARALIDIK.COM, – Program pemerintah saat ini terus saja memberikan perhatian khusus didunia pendidikan ditanah air. Berbagai program yang diluncurkan serta dana yang tidak sedikit dikeluarkan oleh pemerintah hanya untuk memperbaiki sarana dan prasarana sebagai penunjang dari kwalitas pendidikan untuk menjadi lebih baik.

Namun jika Kucuran dana pemerintah untuk rehabilitasi diduga banyak yang salah gunakan, sebab kenyataan di lapangan masih saja ada oknum yang nakal dan berani mengambil keuntungan dari satu program yang di terimanya tersebut.

Seperti contohnya yang terjadi pada Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bulukumba sulawesi selatan pada bidang Pendidikan Menengah Pertama, Tentang Adanya Bantuan bangunan Rehab sedang/berat bangunan sekolah SMPN 14 BULUKUMBA Yang Bersumber dari Anggaran DAK Dengan Anggaran Rp.400.000.000.( empat ratus juta rupiah ) dana tersebut guna rehabilitasi sedang/ berat bangunan sekolah.

Amiruddin Umar S.Pd Kepala Sekolah SMPN 14 Bulukumba

Namun dari hasil pemantauan lembaga Pemberantas Korupsi ( LPK ) Sulselbar, bahwa pada pekerjaan rehab sedang / berat ruang kelas diduga asal jadi dan terkesan asal asalan lantaran dilihat dari pengerjaan yang dilakukan pihak sekolah seperti rata rata yang ditemukan adalah masalah pembesiannya pada tiang tulang utama dengan hanya menggunakan besi 10 banci dan cincin 6 banci dan bukan ukuran milimeter padahal yang semestinya menggunakan besi ukuran 12 mm, dan 6 mm, sehingga mutu dan kwalitasnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan semua.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh ketua LPK Sulselbar Hasan Anwar Nss menurutnya, Diduga Telah Terjadi Konspirasi Antara Stake Holder ( Pengguna Anggaran ) Dan Konsultan Tekhnis yang dengan sengaja melakukan pembiaran pelanggaran terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut, sehingga banyak yang keluar dari petunjuk teknis ( juknis ) Rencana Anggaran Belanja ( RAB ).

Dari pekerjaan tersebut yang dilakukan oleh kepala sekolah, diduga banyak melakukan mark up anggaran dari setiap spesifikasi bahan bahan konstruksi yang digunakan pada pelaksanaan pekerjaan tersebut.

“Kenyataan ini banyak kami temui dilapangan, hal ini akan mempengaruhi mutu dan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai bestek lantaran terjadi pengurangan volume pekerjaan yang telah ditentukan sesuai skema gambar dari perencanaan sebelumnya,” jelas Hasan

Dilain sisi saat Oknum Kepala sekolah SMPN 14 Bulukumba yang dinahkodai Oleh Amiruddin Umar S.Pd dikonfirmasi oleh tim investigasi LPK membantah tudingan tersebut bahwa pekerjaannya telah dilakukan pembenahan dan sudah sesuai dengan RAB Karena sebelumnya kami sudah berkoordinasi kembali dengan pihak konsultan, dan pihak konsultan sendiri membenarkan bahwa itu sudah sesuai dengan juknis ( RAB ), pak ?.

Sementara dari hasil dokumentasi awal pengerjaan sebelum waktu pelaksanaan pekerjaan dilakukan mulai dari tanggal 19 juni sampai dengan tanggal 16 oktober 2017 itu sudah tidak sesuai dengan faktanya. Dan hal tersebut dapat dibuktikan setelah Tim Investigasi LPK Kembali Memantau hasil dari pekerjaan tersebut setelah dianggap rampung 100 % dan sudah digunakan fasilitasnya Pada hari senin tanggal 05 pebruari 2018 Namun alhasil setelah dilakukan pembuktian Bersama yang ditemukan pada badan dinding bangunan sudah mengalami Keretakan.

Namun oknum kepala sekolah tidak bisa hadir ditempat untuk menyaksikan secara langsung. Sementara kepala sekolah tidak bisa berdalih lagi sehingga pelayanan yang diberikan itu tidak maksimal lagi dan Kepala sekolah beranjak Meninggalkan Tim kami diruangannya dengan alasan bahwa ada urusan penting diluar, tegas Hasan ( tim ).


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama