banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Investigator Lidik Pro Wajo Mendalami Pekerjaan Konstruksi Pompengan Jeneberang Yang Longsor

konstruksi Pompengan Jeneberang - dam kalola longsor - lidik pro
Investigator Lidik Pro Wajo saat berada di lokasi, Rabu (27/7/2022)

Wajo, suaralidik.com – Tim Investigator Lidik Pro DPD Wajo melakukan investigasi terhadap pekerjaan fisik konstruksi Pompengan Jeneberang di Desa Sogi Dusun Kalola Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo pada Rabu (27/7/2022) siang.

Pasalnya, jenis pekerjaan Pengadaan Pemeliharaan Berkala Bendungan Kalola pada satuan kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Pompengan Jeneberang oleh Kementerian PUPR itu mengalami longsor.

Informasi yang dihimpun, pekerjaan konstruksi dengan pagu anggaran Rp.8.510.018.000,00 tersebut dikerjakan oleh CV.KARYA PERSADA yang beralamat Jln.Dewi Sartika III Perum GPI Blok C no.2 Palu Sulawesi Tengah.

Menerima laporan ini, Tim Investigator Lidik Pro Wajo yang terdiri dari Ketua DPD Lidik Pro Wajo Ir Nasir Rahim dan kader Lidik Pro lainnya bersama beberapa wartawan mendatangi langsung lokasi pekerjaan.

Informan Lidik Pro menjelaskan, pekerjaan yang mengalami kerusakan (longsor) itu akibat luapan air sungai dari Dam Kalola. Sebelumnya mereka sudah selesai kerjakan pada bagian yang mengalami longsor tersebut (sebelah barat sungai) selama lebih kurang 3 (tiga) bulan.

Usai melakukan pemeriksaan, Tim Investigator Lidik Pro menduga pekerjaan yang mengalami longsor itu karena tidak memiliki slot beton (spatu) yang terikat dengan satu kesatuan pondasi cakar ayam (pondasi poer) dan kolom beton, sehingga beberapa dinding beton mengalami pergeseran dan patahan sesuai spesifikasi teknis konstruksi yang sementara dikerjakan pada bagian timur sungai.

“Ini longsor karena karena tidak memiliki slot beton (spatu) yang terikat dengan satu kesatuan pondasi cakar ayam (pondasi poer) dan kolom beton, sehingga beberapa dinding beton mengalami pergeseran dan patahan sesuai spesifikasi teknis konstruksi yang sementara dikerjakan pada bagian timur sungai,”tunjuk Nasir Rahim ke titik yang dimaksud.

Pantauan langsung media, Nasir Rahim pertanyakan kepada pengawas kontraktor yang ada di lokasi yang sementara mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

“ Mana pengawas lapangannya atau konsultan pengawas,” tanya Nasir.

Salah satu staf bagian logistic kontraktor, Chandra menjawab, “ mereka jarang datang Pak”, singkatnya.

Saat ditanya tentang PCM (Pre Construction Meeting), Chandra mengaku tidak tahu.

Nasir menjelaskan, bahwa itu adalah rapat pra konstruksi dalam rapat tersebut menjelaskan kondisi lapangan secara factual yang ditandai dengan Berita Acara rapat.

Lebih jauh dijelaskannya, terkait dengan rusaknya beberapa konstruksi sepanjang kurang lebih 100 meter itu bisa diakibatkan keadaan tanah labil.

“Bisa juga rusak karena pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi, apabila tidak dijelaskan dalam rapat PCM, maka dapat diduga kesalahan pada pihak pengguna Jasa dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” jelas Nasir.

Nasir menambahkan, “dan sebaliknya apabila kondisi lokasi ada dijelaskan dalam rapat PCM, akan tetapi pihak penyedia jasa tidak mengikutinya, maka jelas kesalahan berada pada pihak Kontraktor,” jelas Ketua Lidik Pro Kabupaten Wajo ini.

Baca Juga : Sesuai Dengan Progress, Pengurus Lidik Pro DPD Wajo Audiens Dengan Bupati