IPAL di Bulukumba Tak Jelas, Bupati ‘Warning’ OPD

oleh

BULUKUMBA – Dalam rangka melanjutkan program Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kabupaten Bulukumba, Pemerintah Kabupaten Bulukumba bekerjasama dengan USAID dalam rangka mewujudkan program tersebut.

Kerjasama ini dilakukan oleh karena bangunan Instalasi Pengelolaan Limbah selama ini telah menghabiskan anggaran besar namun tidak termanfaatkan secara maksimal dan sudah mulai mengalami kerusakan, sehingga pihak USAID dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengambil langkah konkret dan serius dalam menyikapi persoalan ini.

Tim Leader Program USAID Sofyan Iskandar, melaporkan setelah melaksanakan kunjungan ke lokasi IPAL, pihaknya menemukan beberapa fakta-fakta tentang kondisi bangunan tersebut, sehingga perlunya duduk bersama antara USAID dengan Pemkab.

Temuannya yaitu ada beberapa kerusakan pada bangunan tersebut disebabkan karena tidak adanya petugas pengelola yang bertanggungjawab terhadap bangunan tersebut, sehingga diharapkan Pemerintah Kabupaten segera membentuk Instansi Pengelola Air Limbah.

“Perlu dibentuk unit kerja yang mengelola, mulai dari proses perencanaan sampai dengan beroperasinya IPAL ini,” kata Sofyan.

Sementara itu Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali dalam diskusi, memberikan warning kepada seluruh OPD yang terlibat dalam program ini untuk segera menuntaskan pelaksanaan pembangunan IPAL domestik ini.

“Kita harus bekerja cepat dan tepat, sehingga apa yang kita rencanakan ini bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” tukas AM Sukri saat jadi pembicara di diskusi tersebut, Rabu, (15/11) di Hotel Clarion Makassar.

Ia mengharapkan Satker dan USAID harus mendapatkan titik temu, sehingga pekerjaan tersebut tidak terkesan jalan sendiri-sendiri.

Menurutnya diperlukan analisa yang cermat dalam melanjutkan pembangunan IPAL Domestik tersebut, mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaannya.

Dikatakannya, jangan sampai seperti kondisi saat ini, bangunan sudah ada, tapi tidak bisa dimanfaatkan dan dipelihara karena tidak adanya koordinasi dengan baik antara OPD.

Bupati juga meminta kepada Tim Leader dan Regional Manager USAID agar setiap saat melaporkan kondisi pelaksanaan program tersebut.

“Jangan takut melaporkan apa yang menjadi kendala di lapangan, kita mau ini program sukses di Bulukumba sehingga pihak USAID kedepan bisa lagi memasukkan program baru di Bulukumba,” ujar AM Sukri.

Diproyeksikan jika program ini sudah berjalan, hasil limbah dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan bisa dipergunakan oleh petani, sehingga lebih meringankan beban petani, serta pihak Pemerintah juga bisa memanfaatkan pupuk tersebut untuk menyuburkan tanaman yang ada di kota bulukumba.

Mengakhiri diskusi, Bupati Bulukumba mengucapkan terima kasih kepada USAID yang telah membantu Pemkab Bulukumba dalam mengatasi persoalan-persoalan yang ada dan kembali menekankan kepada OPD yang terlibat untuk serius dalam pelaksanaan kegiatan ini.