IRG Menuding Serotan AMMPD Gorontalo Terkait Simbol Alquran Berlebihan

oleh -

Foto : Rudin Saripi, S.Si. Wasekum LSM Insan Reformasi Gorontalo,(foto ostimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – LSM Insan Revormasi Gorontalo menuding, sorotan salah satu aktivis dari LSM AMMPD Taufik Buhungo terkait simbol Alquran ditaman budaya Limboto kabupaten Gorontalo yang sering dijadikan tempat duduk oleh para pengunjung terlalu berlebihan dan sangat tendensius.

Menurut Rudin Saripi, S.Si Wasekum LSM Insan Reformasi Gorontalo seharusnya AMMPD memberikan kritikan yang membangun bukan menvonis bahwa pemerintah daerah yang salah.

“Serotan AMMPD merupakan sebuah kritikan yg perlu diapresiasi. Hal ini benar adanya, bhwa secara etika seharusnya memang Ikon Kitab Suci Alquran tersebut sebaiknya tidak dijadikan tempat duduknya oleh para pengunjung,”kata Rudin kepada Suaralidik.com melalui whatsap, Senin 27/05/2019.

“Namun Sorotan yang kemudian langsung memvonis bahwa pemerintah yang salah ketika ada masyarakat yang terlanjur menjadikan ikon itu sebagai tempat duduk, ini yg dinilai keliru. Harusnya kritik yg sifatnya membangun bukan kemudian sifatnya langsung memvonis.”lanjut Rudin.

Rudin menegaskan, niat untuk membangun taman budaya yg hari ini dicetus oleh pemerintah kabupaten Gorontalo harussnya dinilai sebagai upaya positif dalam rangka menjadikan Limboto sebagai wilayah pusat atensi kebudayaan dan juga tempat wisata bagi masyarakat.

“Bukan Semata-mata kemudian menyalahkan pemerintah yang hari ini telah membangun taman budaya hanya karna ikon Alquran yang dijadikan tempat duduk bagi pengunjung. Hal ini dinilai sebagai bentuk pemikiran yang dangkal atau sangat parsial adanya.”tegas Rudin.

Lanjut Rudin, saran dari aktivis AMMPD yang meminta untuk dilengkapi dengan pembatas agar supaya tidak lagi dijadikan tempat duduk oleh para pengunjung dinilai adalah sebuah usulan positif. Namun yang wajib dipahami juga bahwa pembangunan taman budaya kini dalam tahap proses penyelsaian guna Menuju Kesepurnaan.

“Bila didapati masih ada kekurangan dalam proses pembangunan, bukan semata langsung memvonis pemerintah yang salah, hal ini akan menimbulkan kesan negatif bagi para aktivis AMMPD yang diwakili oleh Taufik Buhungo karena sangat tendensius,”ucap Rudin.

ĆSaran dan kritik oleh seorang aktivis, harusnya membangun dan menjadi penyeimbang, bukan malah seakan membunuh Karakter pemerintah dalam konsep membangun.”tutup Rudin,(***Rollink).