Ironis, 4 Jam Ditunggu Warganya, Bupati Bulukumba Tak Kunjung Datang

oleh
Warga nelayan Bulukumba
Warga nelayan Bulukumba dari Kelurahan Kalumeme saat menunggu kehadiran Bupati Bulukumba di lobi kantor Pemkab Bulukumba, Senin (20/8/2018)

Bulukumba, suaralidik.com – Kepedulian pemerintah kabupaten Bulukumba terhadap kasus yang menimpah warga nelayan kelurahan Kalumeme dinilai tidak realistis.

Pasalnya, pelaku penyanderaan terhadap beberapa nelayan Bulukumba yang terjadi pada hari sabtu (11 /8/2018) lalu dan kasus-kasus lainnya masih juga belum menemui titik terang.

Hal ini memicu warga nelayan mendatangi dan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan, DPRD dan Polres Bulukumba dengan mendesak semua intansi terkait termasuk Pemkab Bulukumba untuk segera menyelesaikan masalah ini.

Ironisnya, Senin (20/8) siang sekitar pukul 11:00 wita,  mereka para nelayan yang mendatangi kantor Pemkab Bulukumba justru harus menunggu Bupati Bulukumba selama 4 jam dan akhirnya pun menjadi sia-sia lantaran Andi Sukri Sappewali sedang tidak berada ditempat.

Pantuan media, hingga pukul 15:00 wita, Para nelayan beserta istri dan anaknya masih juga menunggu kedatangan Bupatinya itu sembari berteriak ” mana pak bupati…¬†mana pak bupati…, jangan saat pemilihan bupati saja hatimu peka terhadap kami, giliran ada masalah malah enggan menemui kami..” teriak ibu-ibu sambil membawa alat memasak berupa panci itu.

Sementara ibu-ibu nelayan lainnya yang sudah mulai kesal lantaran bupati tidak jelas kedatangannya berteriak ” kami mau makan apa kalau suami kami tidak turun melaut kasian, ini sudah hampir 2 minggu kami tidak ada penghasilan sama sekali, mau melaut nyawa suami kami terancam karena di perairan Bulukumba nelayan dari luar semakin bertambah, kami takut melaut lagi kalau mereka masih ada disitu” teriak isap tangis ibu-ibu itu.

Bosan menunggu kedatangan Bupati, Demonstran pun kembali ke rumah masing-masing dengan raut wajah yang sangat kecewa sembari berkata ” waktunaji pemilihan na baik sama kita, biar dimanaki datangji bahkan biar tidak dipanggil datangji” gumang para nelayan dalam kebingungan.

Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali yang berusaha dihubungi media belum memberikan keterangan alasan hingga dirinya tidak bisa menemui demonstran tersebut. Namun beberapa informasi yang dihimpun menyebutkan kalau Bupati Bulukumba sedang menghadiri acara pencanangan KB di kecamatan Bontotiro. (***Riswan)