Irwan Zulfikar Tegaskan, PUGAR Jeneponto Dapat Anggaran 3,5 M dari KKP

oleh -

Jeneponto – suaralidik.com, Pelatihan Bimbingan Teknis bagi 100 pelaku usaha garam di Jeneponto (21/02) dihadiri anggota DPR RI Komisi IV, M. Irwan Zulfikar, MBA yang juga putra Jeneponto, bersama tim Balai Penyuluh Pelatihan Perikanan (BPPP) Bitung Kementerian Kelautan dan Perikanan berlangsung meriah.

Pada BIMTEK tersebut pelaku usaha garam se Jenaponto menyampaikan pandangan terkait dampak bencana banjir bandang terhadap kerusakan tambak usaha garam, selain itu para palaku mengharapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan jika memberikan bantuan Geo Mimbran bukan lagi ukuran 6×42 tapi 4×42.

“Kami berharap Karaeng Liwang panggilan masyarakat Jeneponto pada Irwan Zulfikar, bisa menyampaikan kepada ibu Susi Pujiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan bahwa kami perlu bantuan excavator untuk perbaikan lahan akibat bencana dan bantaun geo mimbran 4×42″ ujar Situju salah satu peserta BIMTEK asal Kec. Arungkeke.

Menanggapi hal tersebut Irwan Zulfikar menanggapi bahwa DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membahas anggaran 2019 dan untuk PUGAR (Kelompok Usaha Garam) Kab. Jeneponto memperoleh alokasi anggaran 3.5 M.

” kami di Komisi IV sudah membahas anggaran dengan ibu Menteri Kelautan dan Perikanan, untuk Kab. Jeneponto alokasi anggaran 3.5 M khusus usaha garam dan kebutuhan soal excavator sementara bisa mengajukan pinjaman ke dinas Pekerjaan umum saat ini”. Ujar Irwan Zulfikar, yang juga Ketua harian Kerukunan Keluarga Turatea (KTT) di Jakrta.

M. Irwan Zulfikar, MBA saat memberikan materi pada peserta BIMTEK pelaku usaha garam di Jeneponto
Photo : M. Irwan Zulfikar, MBA saat memberikan materi pada peserta BIMTEK pelaku usaha garam di Jeneponto

Hal lain menjadi informasi penting, pemerintah daerah punya keterbatasan dalam penguatan usaha masyarakat garam mengingat Kementerian KP harus mendorong potensi semua daerah sentra produsen garam, sehingga pada kesempatan tersebut petani garam sempat menyoroti kebijakan impor garam yang berdampak pada anjloknya harga garam.

” Menanggapi harapan dari peserta Bimtek, Irwan Zulfikar menegaskan “saya sebagai wakil rakyat Jeneponto di Senayan akan menyampaikan kepada Kementerian Perdagangan agar tidak mengimpor garam menjelang panen agar harga tetap terjaga”.

Pertemuan pelaku usaha perikanan sektor garam ini, menjadi sarana menyampaikan aspirasi masyarakat Jeneponto dan juga ajang untuk mengenal Irwan Zulfikar sebagai wakilnya di DPR RI yang juga merupakan putra Jeneponto, yang sekarang kembali maju di Dapil Sulsel 1 di Partai Amanat Nasional (PAN Nomor urut 5 (lima), sehingga penyaluran aspirasi dapat disampaikan secara langsung.

Lebih lanjut Irwan Zufikar menjelaskan, Target lain kegiatan ini agar masyarakat dapat mengenal tekhnologi terbaru usaha garam yang dapat memproduksi garam tanpa terpengaruh cuaca atau musim hujan sehingga mampu meningkatkan produksinya mengingat saat ini produksi garam Jeneponto baru mampu memproduksi 20-30 ton/tahun, sementara kebutuhan garam nasional 4,2 juta ton/tahun sedang produksi nasional sementara masih 1,8 juta ton/tahun sehingga selisih 2,4 juta ton ini menjadi peluang bagi Kelompok Usaha Garam asal Jeneponto untuk meningkatkan produktifitasnya selaku pelaku usaha garam yang mandiri dan sukses meningkatkan kesejahteraan, tutup pria sederhana ini yang menyelesaikan pendidikan Masternya di Oklahoma City University Amerika. (***AbrM)