Isak Tangis Keluarga Korban “Sang Nelayan”, Ini Kata Ibunya…

oleh

Suara Lidik.com, Sinjai – Para warga dan kerabat korbang telah menanti kedatangan jenazah sang nelayan, pada minggu lalu 11/02/2018 sekitar pukul 14:00 wita, di Desa Saotanre Dusun Saukang kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi selatan.

Riswan 21 tahun(korban) putra dari Ramli (Almarhum) dan Ibunya bernama Cinnong. Dan Riswan tenggelam dilautan kalimantan selatan yang tak jauh dari tempat tinggalnya di Desa setarap Rt.003 kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi kalimantan selatan.

Ini kata ibu si korban kepada Tim Suara Lidik, anak kami Riswan yang saat itu pamit untuk pergi melaut mencari ikan bersama omnya (Pamannya) Syamsuddin 47 tahun sekitar pukul 17:15 wita, dan tak lama kemudian omnya Riswan menelpon kami bahwa saya dan Riswan tadi terpental ke laut akibat terhempas tali jaring dikarenakan gelombang ombak dari pusaran kapal besar pemuat batu bara yang melintas dekat dari perahu kami.

Lanjutnya dan kemudian kami cepat cari bantuan sebab Riswan menghilang di laut dan saya tidak menemukannya, tutur Syamsuddin. Dan pada saat itulah kami sekeluarga segera mencari bantuan dan segera menelpon polisi Polsek Banjar Baru Barat.

Bantuanpun pada berdatangan untuk mencari anak kami Si Riswan Tim dari pihak kepolisian pun dibantu oleh Tim Basarnas Polairut dan dari Angkatan Laut juga para nelayan setempat yang ikut membantu dalam proses pencarian korban.

Pencarian pun tetap berlanjut selama dua hari dua malam dan akhirnya jazad anak kami pun ditemukan yang sudah mengambang di tengah laut tersebut sekitar pukul 09:00 wita. dan saat itupun kami sekeluarga tak menahan tangis melihat jazad anak kami yang sudah hampir tak dikenali wajahnya yang sudah melepuh akibat sudah terlalu lama di dalam air tutur Ramlah 45 tahun Ibu Mertua si Korban kepada Tim Suara lidik.

Kapolsek Banjar Baru Barat Aiptu Ujang Suryana, menerangkan bahwa berdasarkan surat keterangan kematian dari RSUD “Idaman” Banjar Baru dengan tanggal 11 Pebruari 2018, menerangkan bahwa yang bersangkutan telah meninggal Dunia pada hari minggu tanggal 11 Pebruari 2018 sekitar pukul 18:00 wita.

Adapun penyebab bersangkutan meninggal dunia karena bukan penyakit menular atau tidak ada kaitannya dengan tindak Pidana apapun, tegasnya. Jenazah kemudian akan di bawah ke Makassar Sulawesi Selatan dengan menggunakan pesawat udara Lion Air pada hari minggu tanggal 11 Pebruari 2018 sekitar pukul 15:00 wita melalui Bandara Syamsudin Noor menuju Bandara Sultan Hasanuddin Sulawesi selatan.

Lanjut Kamsiah 24 tahun istri korban menambahkan bahwa setibanya kami di Bandara Sultan Hasanuddin, saya dan anak beserta kedua orang tua saya melanjutkan perjalanan menuju Sinjai ke kampung halaman Almarhum Suami saya untuk mengantar jenazah sang suami dengan mengendarai Ambulance dan setibanya kami dikampung halaman Almarhum Suami saya di Desa Saotanre Dusun saukang kecamatan sinjai tengah kabupaten Sinjai sekitar pukul 02:30 wita.

Dan lagi lagi kami tak bisa menahan tangis melihat peti mayat Almarhum Suami saya yang telah dikeluarkan dari mobil Ambulance tersebut oleh para kerabat dan segera di angkat masuk ke dalam rumah Almarhum dan para keluargapun tak bisa menahan tangisnya dan tak lama kemudian jazad sang suami saya pun langsung dibawa untuk di kebumikan.

Harapan saya semoga dengan apa yang telah menimpa kami itu adalah suatu cobaan dari yang kuasa dan semoga saya dan anak saya serta keluarga dapat diberi ketabahan dan dapat melaluinya dengan ikhlas dan saya akan berjuan untuk melalui cobaan ini sekali lagi selamat jalan suamiku tersayang semoga Tuhan menerima amal ibadahmu serta kamu di beri tempat yang terindah di sisinya Amin.tutup Kamsiah sambil meneteskan air mata di hadapan Tim Suara Lidik.(Kemal red).