Iskandar Mangopa : Pemda Kabgor Kalau Udah Salah Jangan Sok Jago

oleh

Iskandar Mangopa anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari fraksi Golkar,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Pernyataan Kabag Humas Kabupaten Gorontalo (kabgor) Provinsi Gorontalo, Rachmad Mohamad, yang menyatakan meski tak ada Wakil Bupati (wabup) Pemerintahan Prof Nelson Pomalingo tetap berjalan baik, hal ini dikritik oleh Anggota DPRD Kabgor Iskandar Mangopa.

Anggota komisi III yang membidangi Pemerintahan Umum, Kepegawaian/Aparatur, Sosial Politik dan Organisasi ini menilai, penyataan Kabag Humas tak mendasar, mengingat apa yang dirasakan oleh DPR bertolak belakang dengan yang disamapaikan oleh Kabag Humas.

“Pemda Jangan sok jago, pada dasarnya DPRD yang sering merasakan dengan banyaknya agenda-agenda yang tertunda karena Bupati sibuk keluar Daerah. Bahkan ada beberapa agenda paripurnah DPR oleh bupati diminta untuk ditunda karena alasan ada¬† agenda diluar Daerah,”tegas Iskandar, saat dihubungi suaralidik.com melalui whatsaap jumat 02/11/2018.

Di nilai, lanjut Iskandar, dari segi mana pemerintahan berjalan dengan baik, dengan banyaknya agenda-agenda yang molor?

“Jika normal, maka pembahasan dan pengesahan APBD sampai hari ini tidak terlambat. Ditambah agenda-agenda rakyat banyak yang molor hingga berjam jam lamanya,” tutur Iskandar

Aleg yang sering disapa Is ini menyarankan agar Bupati segera mengisi kekosongan wakil bupati untuk bisa membantunya melayani masyarakat, sebab menurut pengalamannya selama hampir 10 tahun menjadi anggota DPRD, baru Bupati Prof Nelson Pomalingo yang meminta penundaan paripurna DPRD.

“Saya sudah hampir 10 tahun di DPRD baru kali ini ada Bupati minta penundaan agenda paripurnah DPRD. Maka degan melihat kondisi ini, maka pentingnya wakil bupati untuk segera di isi, sehingga agenda di DPRD tidak perlu ditunda lagi karena sudah ada yang akan mewakili Bupati bila paripurna nanti,”terang Iskandar mangopa.

Jika tidak segera di isi, tambah Iskandar, takutnya akan berimabas kepada rakyat.

“Bila ini dibiarkan terus menerus maka yang kami takutkan hal ini akan berimbas kepada rakyat,”tutup Aleg fraksi Golkar,(***Rollink).