IUWASH PLUS Hadir di Bulukumba, Tingkatkan Akses Air Minum dan Layanan Sanitasi

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – U.S. Agency for International Development (USAID) kembali melaksakan program di Kabupaten Bulukumba. Program kali ini bernama Program IUWASH PLUS (Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan Untuk Semua) yaitu Program Air, Sanitasi dan Higiene Perkotaan Indonesia yang berdurasi selama lima tahun.

Pada kerjasama sebelumnya, USAID melaksanakan program EMAS yang berfokus pada kesehatan Ibu dan Bayi, bagaimana menurunkan angka kematian ibu hamil dan bayi baru lahir.

IUWASH PLUS berupaya mendukung Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku higiene masyarakat termasuk khususnya masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan. Dalam menjalankan misinya IUWASH PLUS bekerja sama dengan berbagai kalangan masyarakat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan penyedia layanan khususnya pada unit Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bulukumba.

Ika Fransiska dari USAID menuturkan banyak pihak yang berpandangan jika akses untuk air bersih itu sudah terpenuhi kepada masyarakat berarti hal itu sudah aman atau tidak ada masalah. Padahal lanjut Ika, klaim terhadap akses air minum itu belum tentu aman, karena bisa jadi air tersebut masih mengandung banyak bakteri, sehingga dapat menyebabkan penyakit diare dan sejenisnya akibat air yang tidak sehat.

“Buang Air Besar Sembarang (BABS) sudah tidak dilakukan, WC juga sudah terpenuhi, namun saluran WC-nya itu masih ke sungai. Nah ini yang akan kami akan berikan pendampingan untuk pengelolaan air yang aman dan sehat” ujar Ika Fransiska pada acara Visioning Workshop yang dilaksanakan di ruang rapat Bupati, Jumat (7/7)

Bupati AM Sukri Sappewali mengatakan percepatan pembangunan di sektor air minum dan sanitasi harus disegerakan. Jika targetnya adalah 2019 maka ini merupakan tanggung jawab moral yang harus terwujud di era pemerintahan kami

“Kami berkomitmen dalam hal ini dan kepada USAID IUWASH PLUS, sehingga jangan ragu untuk memberikan masukan guna mensukseskan program ini” ujarnya kepada para peserta Workhsop dari berbagai stakeholder

Dukungan kami, tambah Sukri adalah berupaya meningkatkan infrastruktur pendukung, karena program ini sangat mempengaruhi program pemerintah terkait pelayanan dasar kepada masyarakat baik sektor pendidikan dan kesehatan. AM Sukri Sappewali memberikan contoh pengadaan tangki sedot tinja dimana pengolahan limbah dapat diproses sesuai standar keamanan lingkungan, dan seluruh unsur kebersihan dan kesehatan lainnya agar mendapat perhatian.

“Besar harapan kami program ini dapat mencapai target sesuai yang diharapkan. Untuk itu dukungan pendanaan dan kesepahaman antara eksekutif dan legislatif sehingga dari anggaran tersebut dapat dilakukan inovasi guna menunjang pencapaian target program” pinta Sukri

Pada kesempatan tersebut Bupati, Ketua DPRD Andi Hamzah Pangki, Regional Manajer IUWASH PLUS Rieneke Rolos, menandatanganani “Pernyataan Bersama” Pencapaian Akses Universal 2019 dan Pencapaian SDGs 2030.

Pada workshop ini, Kepala Bappeda A Syafrul Patunru memaparkan kondisi cakupan air minum dan sanitasi di Bulukumba. Syafrul menyebutkan cakupan air minum aman pada tahun 2016 sebesar 24,1 persen untuk jaringan perpipaan yang jumlahnya sebanyak 19.167 Sambungan Rumah (SR) serta 12,2 persen bukan jaringan perpipaan terlindungi yang jumlahnya sebanyak 10.199 rumah tangga. Ketersedian Air Baku tambah Syafrul masih berkisar pada angka 50 persen.

Mengenai Sanitasi Layak, Syafrul menyebut baru mencapai 73,3 persen yang berasal dari skala individual 66,9 persen, Skala Komunal 7,0 persen, Skala Permukiman atau Kawasan 0 persen, Skala Perkotaan 0 persen.

“Dari data yang ada, Sanitasi Dasar tahun 2016 mencapai 12,3 persen, begitu pula BABS masih 13,8 persen. Regulasi terkait air minum baru berupa perda penyertaan modal untuk peningkatan akses air minum serta peraturan kepala daerah tentang tarif PDAM. Sedangkan terkait sanitasi, Bulukumba belum memiliki regulasi dalam skala lokal,” ungkapnya. (A3/ RED 4)