Jajaran Polres Bulukumba Berhasil Ungkap Penggelapan Kendaraan Roda Dua

oleh -
Foto : Kapolres Bulukumba memberi keterangan press pengungkapan penggelapan 180 unit roda dua

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Jajaran Polsek Ujungbulu dipimpin Kapolsek AKP. H.Syafarudin, berhasil mengungkap kasus penggelapan ratusan unit sepeda motor milik PT Mega Auto Finance (MAF).

Tak kerja setengah-tengahbTim Polsek Ujung Bulu juga berhasil mengamankan 35 unit barang bukti sepeda motor berbagai merk.

SMKN 1

Kapolres Bulukumba AKBP. Syamsu Ridwan, SIK, didampingi Kasat Reskrim AKP. Berry Juana Putra, SIK KBO Satreskrim Iptu.Sabri,SH Kapolsek Ujungbulu AKP.H.Syafaridin, SH, dan Kanit Reskrim Aiptu Abd.Salam Jumat (11-1-2019) dihadapan sejumlah awak media pada Press Release Sat Reskrim Polres Bulukumba di aula Polsek Ujungbulu menjelaskan, pihaknya juga telah mengamankan tiga orang tersangka masing-masing Ded Bin La (40), warga Bulolohe Kecamatan Rilau Ale Kab.Bulukumba, pekerjaan sebagai kolektor eksternal.

Kemudian Nur, S.Kep. Ns Bin Abd. Ma Umur 28 tahun, warga Dusun Batuhulang Dosa Salassa’e Kab. Bulukumba, pekerjaan Karyawan PT. MAF Cabang Bulukumba. Dan Arw als Ew Bin Ru Umur 23 tahun, warga Bonto Rita Desa Bonto Bulaeng Kecamatan Bontotiro Kab. Bulukumba, pekerjaan Karyawan PT. MAF Cabang Bulukumba.

Para Tersangka tersebut dijerat melanggar Pasal 372 Subsider Pasal 378 Junto Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUH.Pidana Tentang Penyertaan Dalam Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun.

Ke 35 Unit barang bukti tersebut yang berhasil disita masing masing Yamaha MIO M3 CW 125, Yamaha MIO S, Yamaha Fino Sporty dan YAMAHA Fino Premium.

Syamsu Ridwan juga membeberkan tempat penemuan barang bukti masing masing di 1 unit di Desa Balibo, 12 unit di Desa Garuntungan, 11 unit di Desa Orogading, 1 unit di Borong Rappoa, 10 unit di Desa Benteng Palioi.

Penggelapan roda 2 berawal sekitar bulan  Agustus 2018 lalu. Tersangka Nu. S.Kep. Ns Bin dan Tersangka Arw, yang mengaku atas arahan dari tersangka Ded, melakukam kerjasama, dengan mencabut permohonan pengajuan pembelian sepeda motor fiktif kepada perusahaan.PT.MAF Finance

Saat itu, lanjut Syamsu, modus operandi terdangka Ded yaitu dengan mencari orang yang bersedia digunakan KTP-nya untuk dijadikan data, sebagai dasar pengajuan pinjaman.

Selanjutnya, berhasil mendapatkan KTP, tersangka Nu. S.Kep. Ns dan Arw, menfoto copy KTP sekaligus di scane ulang hasil foto copy KTP dengan mengganti alamat pemilik KTP

Hasil scane Foto copy KTP dimasukkan dalam berkas untuk permohonan pengajuan ke perusahaan, dan setelah sepeda motornya keluar, langsung diserahkan kepada Ded untuk digadaikan.

”Akibat ulah para tersangka, periode Agustus – Desember 2018, sebanyak 180 unit sepeda motor, pihak perusahaan mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp.3 Miliar,” terang Kapolres.(***iswanto)