Janji DPRD-Pemda Bulukumba Asbun, Puluhan Mahasiswa Asal Bulukumba Terancam Gagal Studi

oleh
DPP Lidik Pro Sulawesi Utara
Ketua DPP LIDIK PRO Provinsi Sulawesi Utara menyayangkan tidak dianggarkannya Asrama Mahasiswa Asal Bulukumba

BULUKUMBA. Suaralidik.Com— Gara-gara janji Pemerintah Daerah Bulukumba asal bunyi saja alias tak kunjung datang. Puluhan mahasiswa asal Bulukumba di Manado terancam gagal studi. Pasalnya, dana untuk membayar asrama belum ada.

Informasi yang dirangkum suara lidik, sejak tahun 2016, mahasiswa asal Bulukumba yang kuliah di Manado patungan membayar sebuah rumah permanen di kawasan kelurahan Bahu, Manado.

Pada tahun 2017, terjadi komunikasi denga pihak Ketua DPRD dan elit eksekutif Bulukumba. Intinya, mereka meminta memasukkan proposal permohonan.

Sekarang sudah bulan Maret, dan alangkah malangnya. Anggaran Rp 40 Juta yang ditunggu Arni dan kawan-kawannya buat membayar asrama tak ada kejelasan.
“kami sudah dapat peringatan dari pemilik rumah untuk segera membayar,”beber Arni mahasiswa Unsrat.

Buntut janji DPRD-Pemda Bulukumba hanya isapan jempol beberapa mahasiswa sudah mulai packing barang-barangnya. Mereka beralasan, untuk biaya studi saja, orang tuanya sudah ngos-ngosan. Apalagi untuk membayar asrama.

Padahal, petinggi Bulukumba sekelas Wabup sudah menyatakan sumber dananya. Termasuk ketua DPRD Bulukumba pun menyatakan siap membantu. Dan meminta untuk memasukkan proposal.

Aktivis DPP Lidik Pro Cabang Sulawesi Utara, Ando Baso Ryadi Mappasulle menyayangkan belum kondisi tersebut. Sebab, beberapa petinggi di Bulukumba sudah menyatakan siap membantu. “ Ini masalah integritas saja. Kalaj mau bantu ya dibantu aecara serius. Mereka juga adalah masyarakat Bulukumba yang ingin menuntut ilmu,”kata Andi Baso dengan nada heran.(iqbal)