Jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Harga Kebutuhan Pokok di Selayar Cenderung Stabil

oleh
Pedagang

SUARALIDIK.COM, Selayar – Jelang lebaran hari raya Idul Fitri 1438 H, beberapa stock kebutuhan pokok masyarakat kabupaten Kepulauan selayar cenderung stabil dan terkendali. Kamis (15/06/2017)

Pedagang Pasar Sentral Regional Bonea, Kabupaten Kepulauan Selayar 

Para pedagang di Pasar Sentral Regional Bonea, Kabupaten Kepulauan Selayar menjamin stock ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat akan cukup dan relatif aman sampai hari raya Idul fitri selesai.

Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Regional Bonea bernama Jufri menuturkan beberapa harga kebutuhan pokok di Pasar Sentral Regional Bonea pun relatif stabil dan terkendali, Tidak ada kenaikan harga yang begitu mencolok,

“Harga beras berada pada kisaran tujuh ribu hingga delapan ribu rupiah perliter. Sedangkan untuk harga beras ketan, berkisar antara dua belas ribu, hingga dua puluh dua ribu rupiah perliter” ucap Jufri

Menurut jufri, Harga tertinggi terjadi pada beras ketan putih lokal yang mencapai dua puluh dua ribu rupiah perliter. Kondisi serupa juga terjadi pada harga beras ketan impor yang berada pada level dua belas ribu rupiah perliter. Beras ketan hitam sendiri, berada pada level sepuluh ribu rupiah.

Harga bawang putih turun dari enam puluh ribu rupiah menjadi empat puluh ribu rupiah perkilogram. Sementara bawang merah turun dari harga dua puluh satu ribu rupiah menjadi dua puluh ribu rupiah perkilogram.

Minyak kelapa sucho dan bimoli berada pada kisaran lima belas ribu hingga enam belas ribu rupiah. Begitu pula halnya, dengan harga minyak kelapa produksi lokal Kabupaten Kepulauan Selayar.

Mentega simas tetap berada harga lima belas ribu rupiah perkilogram.
Beberapa harga kebutuhan pokok menjelang lebaran bahkan sama sekali belum pernah mengalami kenaikan sejak setahun lalu. Sebut saja, produk minyak kelapa sucho dan harga mentega simas yang sampai hari ini masih cenderung stabil.

Mentega blue band stabil pada harga empat puluh enam ribu rupiah perkilogram. Sedangkan untuk mentega blue band ukuran kecil masih terjangkau pada harga tujuh ribu lima ratus rupiah per sachet.

Syrup squash delight dan ABC, stabil pada harga tiga belas ribu rupiah. Kenaikan terjadi pada syrup DHT dari harga awal sembilan belas ribu, naik menjadi dua puluh ribu rupiah perbotol. Terigu merk kompas mencapai seratus tujuh puluh lima ribu rupiah perkarung.
Harga gula pasir, stabil pada kisaran dua belas ribu rupiah perkilo gram dengan harga eceran tiga ribu lima ratus rupiah perliter.

Kenaikan terjadi pada harga gula merah yang semula hanya lima belas ribu rupiah perkilogram, berubah menjadi enam belas ribu rupiah perkilogram.

Pasang surut harga juga terjadi pada stck cabe besar dan kecil yang mencapai tiga puluh ribu rupiah perkilogram. Sedangkan harga tomat, berkisar antara sepuluh hingga lima belas ribu rupiah perkilo gram.

Kenaikan serupa terjadi pada kebutuhan kenari yang naik drastis dari harga lima puluh ribu rupiah perkilo menjadi enam puluh lima ribu rupiah. Sementara itu, harga telur naik dari harga seribu lima ratus perbutir menjadi dua ribu rupiah perbutir.

•Fadly Syarif


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama