Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Botumoputi Mulai Gusar

oleh
Photo jembatan Rusak
Kondisi jembatan yang diterpa banjir bandang beberapa bulan lalu,(foto thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Jembatan yang sering digunakan setiap hari tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah, warga Botumoputi Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo (kabgor) Provinsi Gorontalo kini mulai resah, mengingat jembatan tersebut merupakan akses satu-satunay yang sangat penting untuk menunjang lahan pertanian mereka.

Jembatan yang terbentang disungai molalahu ini menghubungkan dusun Polia dan Toluludu Desa Botumoputi kecamatan Tibawa Serta Desa Toidito kecamatan Pulubala Kabgor yang roboh saat banjir pada bulan januari 2018 menimpa kecamatan tibawa.

Yuyun Ahaya (26) salah satu warga Desa Botumoputi mengatakan, pihaknya agak kesulitan mengangkut hasil pertanian dari kebun keluarganya yang berada diseberang sungai.

“Terputusnya jemabatan ini menyebabkan saya dan keluarga sulit mengangkut hasil pertanian. Bila pada musim hujan kadang hasil kebun kami tinggalkan begitu saja, sebab tidak bisa diangkut, jikalau kami memaksa membawanya maka jalan satu-satunya menyebrangi air sungai yang cukup deras, mengingat jembatan yang akan dilintasi mobil tak ada. Jembatan yang disediakan hanya dipakai untuk dilintasi motor dan orang saja,”tutur Yuyun kepada Suaralidik.com selasa 27/11/2018.

Selain Yuyun,  Salman Hioyola (39) waga dusun Tolululu juga mengakui sangat sulit beraktifitas setiap hari, karena jebatan yang dilaluinya saat ini sangat kecil.

“Jebatan yang kami lalui setiap hari hanya jembatan terbuat dari kayu kelapa, dan tiap dilewati bergoyang kami khawatir bila melintasinya sedang membawa barang berat,”ungkap Salman.

Ditempat yang sama Kepala Desa Botumoputi Sartono Rahim menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan keluhan masyarakat kepemerintah daerah.

“Dampaknya pada masyarakat sangat besar, khusunya yang ada disusun Toidito dan desa tolidito, mereka terlalu sulit untuk menjangkau ke pusat pemerintahan maupun pengangkutan hasil perkebunan untuk diangkut kepasar pasar sehingganya saya selaku pemerintah desa botu moputi yang mewakili masyarakat kiranya pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi agar menseriusi perbaikan jembatan maupun jalan yang ada didesa ini,”harap Kades.

Lanjut Sartono, bila jembatan ini putus akses lain yang ditempuh oleh warga sekitar 30 kilo meter untuk bisa mencapai pusat pemerintahan, Sebanyak 89 Kepala Keluarga yang ada disusun tersebut, ditambah satu desa, dan pasilitas Sekolah satu atap.

“Sehingganya warga yang berada diseberang sangat berharap agar pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut, utuk menunjang aktifitas mereka setiap hari,”tutup Sartono Rahim,(***Rollink).