Jemput Sabu, 2 Siswa Asal Tolitoli Diamankan Satnarkoba Polres Gorontalo

oleh -
Foto : Kedua terduga saat diperiksa penyidik satnarkoba polres Gorontalo,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Bermaksud menjemput sabu dari Kota Palu Sulawesi Tengah, (Sulteng), 2 Siswa asal Kabupaten Tolitoli diamankan Satnarkoba polres Gorontalo, Selasa (19/02/2019).

Kedua Siswa ini dengan inisial YS alias Yudi (17) warga Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, MI alias Ilham (17) warga Desa Tuwelei, Kecamatan Baulan Kabupaten Tolitoli provinsi Sulteng.

Kepada awak media Kasat Narkoba Polres Gorontalo, AKP Leonardo Widharta mengatakan kedua Siswa ini berasal dari salah satu sekolah SMK yang sama di Tolitoli, dan saat ini sedang melakukan PKL diwilayah Gorontalo.

“Mereka ini kawan SMA di Tolitoli Sulteng tapi beda jurusan.”kata Kasat.

Untuk penangkapan sendiri, kasat narkoba menuturkan, pihaknya menerima laoparan dari masyarakat, bahwa akan ada pengiriman sabu dari kota Palu melalui jalur darat.

“Ilham diamankan petugas saat menjemput barang haram tersebut didepan kantor pos kelurahan Kayu Bulan Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Saat digeledah oleh petugas “ungkap Leonardo.

Ilham mengaku, dirinya hanya diperintah oleh rekannya Yudi untuk menjemput map coklat yang dititipkan disalah satu mobil bus antar kota.

“Dengan inisiatif, saudara Ilham menjemput map tersebut. Saat digeledah petugas mendapatkan sabu berbentuk kristal yang diselibkan didalam map dan dibungkus pakai lakban,”tutur Leonardo.

Saat diintrogasi, Ilham mengakui bahwa barang tersebut milik Yudi. Petugas langsung bergegas menjemput Yudi yang tinggal dikos area kota Gorontalo.

“Dari hasil penggeledahan dikamar kos Yudi, kami menemukan bukti transfer, bong, dan macis dua buah,”ungkap Leonardo.

Kasat juga mengungkapkan bahwa Yudi mengaku sejak kelas satu SMA telah mengesumsi Sabu, namun setelah dilakukan tes urin keduanya negatif.

“Untuk sangsi, karena keduanya masih tergolong dibawah umur tetap kami lakukan sesuai prosedur. Kami bekeordinasi dengan lapas, TPPA dan PH, serta mengundang kedua orang tua mereka.”tutup AKP Leonardo.(***Rollink).