Jika Tidak Ada Kesepakatan Mari ” Sigajang Laleng Lipa ” Adat bugis-Makassar

oleh
Sigajang laleng lipa
Budaya bugis Makassar - Jika tidak Mufakat dalam Musyawarah Maka Alternatif Terakhir " Sigajang laleng lipa " Saling tikam dalam Satu sarung

Lidik Bulukumba – ” Sigajang Laleng Lipa ” Artinya Saling Tikam menggunakan badik Dalam Satu Sarung yang merupakan adat Bugis-Makassar untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Dua perwakilan keluarga yang bertikai menyelesaikan masalah dengan saling tikam di dalam sebuah sarung. Penyelesaian ini kerap dilakukan jika musyawarah mufakat tidak menemui titik terang kedua belah pihak.

Konon, Sigajang Laleng Lipa’ atau saling badik di dalam sarung ini banyak terjadi pada masa lalu saat sebuah keluarga merasa harga dirinya terinjak. Karena kedua keluarga merasa benar, maka diselesaikan dengan Sigajang Laleng Lipa’.

Sigajang laleng lipa
Budaya bugis Makassar – Jika tidak Mufakat dalam Musyawarah Maka Alternatif Terakhir ” Sigajang laleng lipa ” Saling tikam dalam Satu sarung

Dilangsir dari Soloraya.com “Menurut saya, hasil dari Sigajang Laleng Lipa kebanyakan berakhir imbang. Kalau tidak sama-sama meninggal, keduanya sama-sama hidup,”kata Ichdar, seniman asal Bulukumba.