‘Jokowi Penyambung Lidah Rakyat Ke Presiden’

oleh -6 views
Alex

NEGARA menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat. Salah satu filsuf terkemuka Plato mengutarakan bahwa Negara adalah suatu organisasi kekuasaan manusia dan merupakan sarana untuk tercapainya tujuan bersama.

Dari pengertian di atas kita coba menggaris bawahi yang dipaparkan oleh Plato tentang KEKUASAAN , apakah sebenarnya istimewa dari kekuasaan itu? Dan siapakah pemegang tampuk kekuasaan tersebut?

Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992). Dari definisi di atas maka mari kita kaitkan dengan realitas di bangsa kita tercinta yaitu Indonesia. Beragam polemik terjadi lima tahun belakangan ini, mulai dari konflik, bencana sampai kepada perseteruan sesama rakyat sendiri.

Betul apa yang dititipkan oleh Bung Karno lewat ucapan dari mulutnya yaitu perjuangan hari ini tidak sesulit dengan perjuangan rakyat setelahnya yang harus melawan bangsanya sendiri, namun yang miris bagi saya mengapa kekusaan dalam negara ini yang telah diamanahkan oleh rakyat malah menjadi bomerang bahkan menjadi bisa beracun bagi rakyat. Semua kaum elit politik ketika membutuhkan suara rakyat agar mampu memperoleh kekuasaan itu mereka melakukan propaganda politik agar simpati rakyat tertujuh padanya, sampai-sampai kalimatnya ingin melebihi manisnya madu. Setelah mereka ada di kursi kekuasaan itu, dulunya dengan berwibawanya diliat berbicara atas nama rakyat namun setelahnya berwibawa berbicara di media atas nama rakyat dengan pakaian yang lumayan bermerk namun sayang rakyat hanya diimingi janji hingga membuat publik tak percaya lagi.

satu yang masih membantu kita di Indonesia karena para penguasa yang hanya mementingkan dirinya sendiri yaitu mereka masih belum mampu merebut kekuasan Rakyat yang hakiki serta amanat kebebasan berpendapat itu masih bisa dipertahankan di Negara kita ini.

Walaupun saat ini ketika ada orang yang menyampaikan aspirasi banyak pula yang merasa resah bahkan tak sedikit dari elemen rakyat. Namun semoga dengan adanya aksi bakar ban, tahan mobil truk bukan itu yang menjadi substansi pembicaraan di kursi KEKUASAAN itu, namun maksud dari kenapa agenda seperti itu, kalaupun tak ingin melihat aksi demonstrasi maka cukup pemerintah serius mengurus negara ini sesuai amanat konstitusi RAKYAT maka yakin tiap hari kita bisa ngopi di teras rumah masing masing bahkan ditambah dengan sebuah koran dengan agenda berita kepuasan masyarakat, tak hanya itu apa yang belum tuntas untuk yang telalu berlalu jangan hanya dijadikan sebagai pengalaman namun harus pula dituntaskan, olehnya itu saya menaruh harapan besar kepada Bapak Ir.H.Joko Widodo untuk menyampaikan kepada Presiden RI bahwa banyak hal yang harus dibenahi di Negara ini, sebagai rakyat biasa menaruh harapan agar jutaan rakyat Indonesia bisa lega dengan adanya pergerakan untuk kebaikan bersama. Selamat pula atas terpilihnya dan Dilantiknya Bapak Joko Widodo dan KH.Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI hingga 2024 semoga dengan adanya kursi Kekuasaan yang diberikan oleh Rakyat Aspirasinya bapak adalah Aspirasi untuk Rakyat .

Walaupun tahun ini banyak aksi-aksi demonstrasi yang menyambut pelantikan beliau namun yakinlah itu adalah kritikan untuk membangun Indonesia baik sehingga tak usah ditakuti dan tak usah dilarang, bahkan sekalipun bapak bukan Presidennya Indonesia siapapun itu ketika ada kebatilan maka pasti ada orang yang akan berteriak dan melawan kebatilan itu. Dan untuk para kader partai politik ingat tujuan awalnya perpolitikan sehat yaitu untuk kemaslahatan ummat berbangsa dan bernegara jadi tidak usah pusing ingin merebut kursi kekuasaan apatahlagi hanya sebagai ajan untuk memperlihatkan kepada publik tentang diri anda,Rakyat saat ini tidak butuh tawaran palsu apalagi narasi-narasi palsu yang dibutuhkan adalah benahi yang harus dibenahi, perbaiki yang rusak dan jangan terlalu banyak tidur dan jalan-jalannya.

Sehingga dengan Demikian Aturan tidak dibuat untuk melindungi yang salah, karena Negara hadir bukan untuk menjadi lahan rupiah bagi mereka yang menghalalkan segara cara, Aturan Harus melibatkan Hati, mata, Akal dan Agama. Sehingga tidak ada lagi yang kontroversi. Jelas Alex. (***Penulis ; Alex, Ketua Umum BEM FKIP Unismuh Makassar Periode 2019-2020)