Jual Beli Online, Tiga Oknum Polisi Polres Sorong Peras Anggota TNI

oleh
Oknum Polres Sorong yang di aniaya warga setelah dikejar dan di sangka maling/ SUARALIDIK

SUARALIDIK.com,SORONG– Tiga orang oknum anggota Polisi Polres Sorong,Bripda FM,Bripda JS, Bripda AR, di duga telah melakukan pemerasan terhadap seorang anggota Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) Sorong,Pratu HH atas pembelian sebuah sepeda motor melalui situs Online.

Informasi yang di himpun SuaraLidik.com, kejadian tersebut pada tanggal 11/10, dimana Pratu HH telah membeli sebuah sepeda motor melalui situs Online Babe Sorong yang di tawarkan oleh salah seorang oknum polisi Polres Sorong seharga Rp 3.7 Juta dan transaksi dilakukan di depan asrama Aimas Sorong.

Kemudian pada tanggal (12/10),sehari setelah Pratu HH membeli sepeda motor tersebut,dirinya mendapat telpon dari seseorang yang mengaku dari Satuan Lalu Lintas Polres Sorong dan mengajaknya bertemu di alun-alun Kota Sorong.

Pratu HH kemudian menuju alun-alun dan menemui dua orang yang salah satunya mengaku orang yang telah menelponnya. Oknum polisi tersebut kemudian mengatakan bahwa motor yang telah dibelinya merupakan motor bodong atau tidak mempunyai surat-surat dan Pratu HH diancam akan. di laporkan kepada POM AD sebagai penadah barang barang hasil curian dan meminta uang sebesar Rp 15 Juta dan salah seorang dari oknum polisi tersebut menodongkan senjata jenis Revolver kepada Pratu HH.

Pratu HH yang ketakutan akan dilaporkan kepada POM AD, dan diancam Senjata lalu menyerahkan uang sebesar Rp 7.5 Juta di tempat itu juga.

Ke esokan harinya,Pratu HH melaporkan hal tersebut kepada Pasi Intel Denzipur 13/PPA, Lettu CZI Erland Yulianto kemudian keduanya menghadap Kapolres Sorong AKBP Muhammad Rudy di ruang Kapolres Sorong untuk melaporkan kejadian tersebut ke Propam Polres Sorong karena setahu mereka anggota yang meminta uang tersebut adalah anggota Polres Sorong.

Namun setelah Propam Polres Sorong memperlihatkan data Pers Polres Sorong beserta foto untuk dikenali oleh Pratu HH, namun tidak ada yang mirip dengan oknum anggota Polri tersebut sehingga Pratu HH dan teman-temannya yang juga anggota Zipur menyusun rencana untuk menjebak Oknum anggota Polisi yang telah memerasnya.

Selanjutnya pada hari itu juga tanggal 13/10, Pratu HH kemudian dihubungi salah satu oknum anggota Polisi tersebut untuk bertemu di depan Polsek Sorong Timur untuk menyerahkan uang sisa sebesar Rp 7.5 Juta, kemudian ketiga oknum anggota Polisi tersebut datang ke tempat yang telah ditentukan menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver dengan nopol PB 1746 KU namun tempat bertemu dirubah di didepan Perumnas KM 10.

Oknum Polres Sorong yang di aniaya warga setelah dikejar dan di sangka maling/ SUARALIDIK
Oknum Polres Sorong yang di aniaya warga setelah dikejar dan di sangka maling/ SUARALIDIK

Setelah bertemu di depan perumnas KM 10, oknum anggota Polisi tersebutsb memaksa Pratu HH masuk kedalam mobil untuk transaksi sambil menodongkan senjata jenis Revolver ke Pratu HH lalu Pratu HH melawan dan memberontak dan keluar dari mobil sambil menendang mobil, melihat kejadian tersebut ,teman-teman Pratu HH yang sudah memantau dari jauh langsung mengejar ketiga oknum tersebut dengan motor setelah berhasil dihentikan oleh anggota Denzipur ketiga oknum anggota Polisi tersebut melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

Namun pada saat melarikan diri, anggota Denzipur berteriak maling sehingga warga yang mendengar ikut mengejar dan dua orang oknum Polisi tersebut dihajar oleh warga yang berhasil menangkapnya dan satu orang yakni Bripda JS berhasil melarikan diri.

Setelah diamankan oleh anggoata Denzipur,kedua oknum anggota Polisi tersebut dibawa ke Polres Sorong, setelah dimintai keterangan di Polres Sorong ternyata ketiga anggota polisi tersebut bukan anggota Polres Sorong sehingga Piket Polres membawa anggota polisi tersebut ke Polresta Sorong Kota.

REPORTER ; kahar

REDAKSI; suaralidik.com- andi awal