Jumliadi Rela Mengambil Resiko Untuk Sebuah Jembatan Penghubung

oleh
Brigpol Jumliadi
Brigpol Jumliadi Bhabinkamtibmas Desa Mekar Jaya, Kecamatan Duhiadaa, Kebupaten Pohuwoto, Provinsi Gorontalo, saat membantu masyarakat membuat jembatan penghubung antar desa.

GORONTALO, suaralidik.com – Waw di balik seragam dan image Polri, ternyata tersimpan segudang kebaikan dalam diri pria yang memiliki nama Lengkap Brigadir Polisi Jumliadi. Jiwa sosialnya yang tinggi kepada masyarakat membuat dirinya selalu dianggap sebagai panutan oleh masyarakat di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Duhiadaa. Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Betapa tidak, ia rela resiko untuk membantu masyarakat membuat jembatan penghubung.

Husain salah satu warga mengatakan, sosok Brigadir Jumliadi adalah sosok yang berarti bagi masyarakat di Desa Mekar Jaya. Pasalnya sejak dirinya dipindah tugaskan menjadi Bhabinkamtibmas sejak tahun 2010 lalu, Brigadir Jumliadi sudah sangat dekat dimata masyarakat.

“Kami senang pak Jum sudah bersama kami masyarakat Desa Mekar Jaya selama hampir 8 tahun lamanya. Karena kami sangat terbantukan dengan sikap pak Jum yang selalu memperhatikan kami masyarakatnya. Apalagi saat kami membutuhkan bantuan, pak Jum lah yang selalu siap membantu,” ujar pria itu.

Saat diwawancarai Brigpol Jumliadi menyampaikan alasanya untuk membantu masyarakat membuat jembatan didasari oleh rasa keprihatinanya kepada masyarakat binaanya yang setiap hari berangkat menuju kebun harus menyebrangi sungai dengan cara berenang. Atas dasar itulah dirinya bersama beberapa masyarakat berinisiatif membangun sebuah jembatan darurat.

“Alhamdulillah berkat kerjasama masayrakat, Jembatanya pun sekarang sudah bisa digunakan masyarakat. Sehingga masyarakat sudah sangat terbantu berkat adanya jembatan ini,” ujarnya.

Diakhir perbincanganya dengan awak media, Jumliadi mengatakan. Apa yang dilakukanya selama ini merupakan bagian tugas dan tanggung jawab yang diembanya sebagai Anggota Polri. Sehingga meski dalam keadaan dan situasi apapun dirinya harus siap melayani masyarakat. (***Fahrum)