Kades Tanjung Karang Benarkan Ada Pergantian Tenaga Kerja di PLTU

oleh -
Kepala Desa Tanjung Karang, Halid Tuna.

Gorontalo, Suaralidik.com  – Pergantian Tenaga Kerja Lokal (TKL) dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) Cina pada PLTU yang akhir-akhir ini diperbincangkan dimedia Social Facebook dibenarkan oleh Kepala Desa Setempat.

Pembangunan Perusaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) hingga kini masih menuai polemik.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Tanjung Karang Halid Tuna. Ia mengatakan bahwa benar ada sebagian tenaga kerja lokal yang digantikan oleh tenaga kerja dari luar.

“Ia memang benar, bukan di keluarkan akan tetapi dikurangi karena Proyek PLTU sekarang informasinya katanya sudah harus memerlukan tenaga teknis,” katanya.

“Kalau di Desa Tanjung Karang sendiri belum ada yang dikeluarkan. Kebanyakan yang dikeluarkan itu yang dari luar Desa Tanjung Karang atau dikurangi satu persatu,” tutur Halid

Menurutnya, tenaga kerja yang saat ini bekerja di PLTU GLP itu tidak memiliki izin tinggal alias ilegel. Bahkan kemarin banyak yang diperiksa dan sempat kabur.

“Kebanyakan dari mereka yang tidak punya Pasport, saat diperiksa banyak yang lari karena identitas mereka tak jelas,” ungkapnya.

Halid menambahkan, perusahaan ini tak hanya bermasalah dalam hal tenaga kerja, namun ketidak jelasan perjanjian antara pemerintah daerah dengan pihak perusahaan telah mengakibatkan hadirnya banyak para pekerja dari Pulau Jawa dan Kalimantan.

“Para pekerja Lokal, kebanyakan orang jawa, mereka pekerja dari kontraktor-kontraktor yang dibawa oleh Pihak Perusahaan, kurang lebih ada 6 kontraktor,” tambah Halid.

Tak hanya itu, Kata Kades, bahkan pihak perusahaan sering tak membayarkan gaji para pekerja lokal di desanya. Padahal kontribusi yang diberikan untuk Desa secara langsung terlalu kecil bahkan tidak ada.

“Para pekerja lokal sering seing melakukan aksi unjuk kepada saya, kalau gaji mereka tak kunjung diterima, akhirnya saya yang mediasi. jelas nanti sudah bermasalah baru pihak perusahaan datang ke saya,” imbuh Kades.(ndi).