Kak Seto ke Bulukumba Ajari Guru PAUD Mendongeng

oleh
Kak Seto dan A.M Sukri Sappewali (Bupati Bulukumba), foto bersama. Foto: Humas Pemkab Bulukumba.

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Untuk pertama kalinya psikolog yang juga tokoh pemerhati anak Dr. Seto Mulyadi yang biasa disapa Kak Seto datang di Bulukumba pada Jumat (8/9/17).

Kak Seto dan A.M Sukri Sappewali (Bupati Bulukumba), foto bersama. Foto: Humas Pemkab Bulukumba.

Kehadiran Kak Seto di Bulukumba sebagai narasumber pada Workshop Mendongeng para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Bulukumba, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sabtu (9/9/17).

Workshop yang menghadirkan Kak Seto disambut antusias oleh para peserta. Jumlah peserta yang ditargetkan sebelumnya hanya 300 orang, terpaksa harus ditambah oleh panitia sehingga total peserta dari 10 kecamatan menjadi 384 orang.

“Awalnya kami akan melaksanakan kegiatan ini di ruang Pola Kantor Bupati, namun karena banyaknya permintaan peserta sehingga kami pindahkan lokasinya di hotel Agri ini untuk menampung minat para guru-guru PAUD,” kata Ketua Panitia, Siti Isniyah yang juga Ketua Himpaudi Bulukumba saat menyampaikan laporannya.

Menurut Siti Isniyah, workshop tersebut sebagai upaya perwujudan dari visi HIMPAUDI untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan anak usia dini dengan memberi bekal pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan mendongeng sebagai media edukasi anak, guna mewujudkan anak Indonesia yang cerdas, kreatif dan berkarakter.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang membuka acara mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Ia mengharapkan kehadiran tokoh nasional Kak Seto benar-benar dimanfaatkan para guru untuk menimba ilmu dan pengalaman dari Ketua Komisi Perlindungan Anak ini dalam rangka membangun kecerdasan dan karakter anak-anak di Kabupaten Bulukumba. Di tengah majunya perkembangan teknologi komunikasi informasi, lanjut Sukri saatnya orang tua dan guru kembali lebih kreatif menanamkan nilai-nilai melalui metode pendidikan seperti budaya mendongeng.

Sementara itu, Kak Seto mengajak para guru-guru PAUD untuk menjadi pendongeng untuk anak-anak. Ia menekankan para guru jangan sampai kalah oleh gadget, tetlebih imajinasi anak beda saat membaca dan dikisahkan langsung.

Penting para guru menemu kenali potensi kecerdasan setiap anak muridnya, serta mengevaluasi dari sudut yang berbeda karena pada dasarnya setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda pula.

“Saat ini anak-anak kita seperti robot, minat bacanya juga semakin berkurang, sehingga guru dituntut untuk kreatif dalam mendidik. Guru harus menjadi idola bagi murid-muridnya,” ujar Kak Seto.

Kak Seto juga meminta para guru selalu menciptakan suasana agar anak-anak senang belajar. Belajar yang efektif, tambah Kak Seto adalah belajar dalam suasana gembira, salah satunya dengan cara mendongeng di hadapan murid-murid.

“Beberapa manfaat mendongeng, yaitu dapat menjalin komunikasi, merangsang kreatifitas anak, untuk perkembangan moral, perkembangan bahasa, perkembangan emosi, proses identifikasi terhadap sesuatu yang baru, serta memberikan hiburan,” ungkap Kak Seto.

Adapun tips yang diberikan Kak Seto dalam mendongeng yang baik diantaranya, harus dalam suasana hati yang riang, menguasai cerita, penuh persahabatan, penuh variasi, dan komunikatif.