Kampanye FAS, sederhana dan merakyat.

oleh
Berpanas terik matahari pun jadi. Selalu SIBAWAKI FAS.

PAREPARE, Suaralidik.com – Ada hal menarik yang biasa diamati dari Calon Walikota-Wakil Walikota Parepare Faisal Andi Sapada-Asriady Samad dalam memanfaatkan masa kampanye. Mereka selalu berupaya sedekat mungkin dengan warga sehingga warga mudah berinteraksi dengan FAS. 10/03/2018.

Kesederhanaan dan bersahaja serta merakyat.

Dalam kampanye blusukan, FAS mengunjungi satu persatu rumah warga. Terkadang FAS tinggal cukup lama disatu titik hanya untuk mendengar dan menyimak curhatan atau aspirasi warga. Ada pula warga yang berlama-lama memeluk FAS, atau sekadar melepas rindu karena memang sejak dulu akrab dengan FAS.

FAS, cukup di kolong rumah pun jadi.

Saat melepas lelah karena berjalan kaki seharian, FAS berbaur bersama warga dan tim untuk berisitirahat. Bukan lagi pemandangan langka melihat FAS duduk melantai, atau nongkrong bahkan berbaring sejenak di balai-balai.

Berpanas terik matahari pun jadi. Selalu SIBAWAKI FAS.

Hal lain yang tak kalah menarik dalam tiga kali kampanye dialogis, warga dikumpulkan disatu lokasi, FAS tidak pernah menggunakan panggung tinggi. FAS juga tak pernah meminta disediakan fasilitas khusus seperti kursi empuk, meski kemudian tuan rumah menyediakan. Begitupula soal makanan.
“Apa yang dimakan warga itupula yang dinikmati FAS. Kita tidak butuh kemewahan yang tidak perlu, atau diistimewakan berlebihan. Cukup sederhana saja. Ini menjadi simbol keberpihakan pada masyarakat umum, sekaligus teladan bagi jajaran tim,” urai Ketua Tim Pemenangan FAS, Yasser Latief.

Suasana SIBAWAKI merakyat dan untuk rakyat.

Khusus di Bilalangnge, FAS tidak menggunakan panggung namun duduk lebih santai pada sebuah dipan atau balai-balai. Itupun karena kontur lokasi yang berbukit, sehingga warga yang duduk ditempat yang lebih rendah, tidak bisa melihat langsung meski FAS sudah berdiri.

Semua golongan SIBAWAKI.

Dalam satu kesempatan kampanye FAS menegaskan komitmennya untuk tidak bermewah-mewahan saat menjabat. Ia sempat berujar, “Jika walikotanya pakai mobil Innova, masa kadisnya mau pakai mobil yang mahal. Paling mereka akan pakai Avanza. Ini agar pejabat bisa berhemat, sehingga anggaran yang ada bisa dialihkan untuk kepentingan rakyat kecil,” tegasnya. (RIS/AD)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama