Kapolres Bantaeng : Statment Bantaeng Sudah Tidak Aman Terlalu Berlebihan

oleh
Logo Polri

BANTAENG,SUARALIDIK.com– Terkait dengan adanya Peristiwa pembusuran terhadap pelajar SMK 1 Bantaeng ,Muh.Fadel pada Rabu (31/8/2016) kemarin serta beberapa peristiwa kasus pembusuran yang terjadi dan menimbulkan korban, Polres Bantaeng tidak hanya tinggal diam dalam menyikapi.

Menurut Kasubag Humas Polres Bantaeng, AKP Sugeng Sugito, penanganan terhadap tindak kriminal menggunakan busur yang dilakukan oleh kebanyakan anak anak yang rata rata remaja dan masih dibawah umur sudah ditangani oleh Polres Bantaeng sampai dengan jajaran Polsek.

Dari laporan masyarakat sebanyak 21 kasus, 10 diantaranya sudah dilimpahkan ke pihak Penuntut bahkan sudah ada putusan, 3 kasus sementara tahap pemberkasan selebihnya dalam proses penyelidikan” Ujar Akp Sugeng Sugito.

Sugeng Sugito lanjut menambahkan bahwa banyaknya kasus busur yang sudah ditangani oleh jajaran Polres dan Polsek saat ini tentunya harus didukung pula oleh peran serta Pemerintah dan Masyarakat karena kasus – kasus busur dilakukan secara acak dan tidak terencana, kejahatan pembusuran merupakan bentuk kenakalan remaja yang perlu sentuhan dan dukungan dari berbagai pihak untuk penanganannya serta tidak hanya dibebankan hanya kepada Polres. Selama ini Polres sudah melakukan upaya Kepolisian baik itu yg bersifat pre emtif, preventif serta penegakan hukum untuk mereduksi kasus kenakalan remaja yang melakukan tindak pidana menggunakan busur.

Kapolres Bantaeng, AKBP Kurniawan Affandi
AKBP Kurniawan Affandi, Kapolres Bantaeng- SUARALIDIK

Sementara, terpisah Kapolres Bantaeng AKBP Kurniawan Affandi mengatakan terkait dengan adanya statement beberapa pihak bahwa saat ini Bantaeng sudah tidak aman, merupakan statement yang berlebihan karena terkait dengan keamanan itu didukung oleh beberapa Indikator keamanan yang dikaitkan dengan aktivitas dan produktivitas.

Dikatakan tidak aman apakah proses aktivitas dan produktivitas masyarakat sudah sedemikian terancam, terganggu dan terhambat sehingga mematikan aktivitas dan produktivitas masyarakat ? ” ucap Kurniawan saat dikonfirmasi, Kamis (1/9/2016) malam.

Perwira dua bunga tersebut menyampaikan bahwa Indikator Keamanan dilihat dari kondisi rasa aman yaitu aman secara fisik maupun psikis, baik secara pribadi maupun kelompok atau komunitas terbebas dari ancaman, hambatan, gangguan bidang idiologi, politik, ekonomi dan sosial budaya. Dan dirinya telah membentuk sebuah team yang diberi nama  Cobra, singkatan dari Contra Bandit Reduksi Anarki. Personel yang tergabung dalam Cobra merupakan anggota kepolisian yang telah dilatih oleh Kapolres.

“Jadi terlalu berlebihan menurut saya kalau situasi wilayah hukum Polres Bantaeng dikatakan sudah tidak aman lagi, yang benar adalah bahwa kasus pembusuran mengganggu keamanan dan kami mohon dukungan semua stake holder dan masyarakat memerangi kenakalan remaja terlebih yang sudah mengarah kepada kejahatan” pungkas Kurniawan Affandi.

Red : Andi Awal-SuaraLidik


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama