Karena Kemiskinan; ekspolitasi anak

oleh

Tadi sore saya keluar dari toko depan komplek, saya diserbu 3 orang anak kecil yang kira-kira bersaudara yang usianya masing-masing 5 tahun, 4 tahun dan 3 tahun.. dengan pakaian lusuh dan muka cumil.
Yaa mereka ngemis…..

Sy tidak lansung memberinya uang tapi bertanya dulu sama mereka.
” Dek mau tidak ikut ke rumah saya ?”
Mereka menjawab ” tidak mauka tinggalkanki mamaku” sy cuma tersenyum mendengar jawaban mereka.
Sambil merengek minta uang dan mengankat tangan mereka
Sy bertanya lagi…
“Trus siapa yang suruh kamu ngemis & minta-minta uang begini ?”
Spontan mereka menjawab ” mamaku”
Sy bertanya lagi ” apa nakerja mamamu & bapakmu ?”
” mamaku mencuci dan Bapakku pergiki tinggalkan mamaQ, kalau ndk bawa uang pulang napukulka” dengan wajah memelas dan tangan masih meminta.

Dalam hatiku ingin menangis.
Oh my god ” kasihan anak sekecil itu seharusnya mereka bersekolah bukannya ngemis.

Truss bagaimana dengan yang tertuang dalam undang2 ” anak miskin di pelihara oleh negara 🙇
Begitulah cerita Fifi Hardianti dalam akun facebooknya.

Negara melakukan pembiaran kemiskinan merambah yang akhirnya sikecil yang seharusnya hari-harinya sekolah dan belajar akan pengetahuan, agar mereka berpendidikan, namun apalah yang terjadi, mereka (anak-anak) menjejaki harinya di jalanan sambil menengadahkan tangannya.

Kita tak bisa salahkan keluarganya, yang mempekerjakan/eksploitasi anak mereka.

Mereka terpaksa melakukan demikian, menyuruh anaknya untuk meminta belas kasih orang,.
Mereka rakyat Yang hidup menghirup udara Indonesia dan tinggal di tanah yang subur nan luas.
Tapi apalah daya, mereka juga tak bisa berbuat karena keterbatasan pengetahuan, mental dan ekonomi.
Semangat mereka runtuh oleh sistem yang sangat membuat mereka bingung dalam hal memeneg kehidupannya, mereka kewalahan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sehari-harinya.
Di kabupaten bulukumba, telah banyak terlihat anak kecil yang demikian, di pertokohan, di warung-warung mereka datangi setiap keramaian untuk meminta belas kasih.

Kita terkadang muak dan mirus menyaksikan hal yang demikian, namun dengan pertimbangan kemanusiaan, kita tak bisa membencinya, karena bukan keinginan dasar mereka melakukan hal demikian.
Lantas siapakah yang mesti menyelesaikan persoalan sosial yang demikian? Pastilah pemerintah yang harusnya bertanggung jawab penuh dengan apa yang terjadi di Negeri ini, terkhusus pemerintah daerah harus betul-betul melakukan langkah strategis untuk meminilisir keluarga miskin di kabupaten Bulukumba ini.

Idho Prs, pemerhati lingkungan mengungkapkan, “jangan sampai kita sibuk bersolek sana sini..dengan kosmetik pencitraan tapi masih ada anak kecil yang harusnya belajar di jam malam..masih memelas menengadahkan tangan……pemerintah harus hadir sebagai solusi bagi mereka”, Cetusnya saat di comfirmasi..

 

Pengemis di pertokoan di kabupaten Bulukumba
Pengemis di pertokoan di kabupaten Bulukumba