Kasihan! Pria di Turungan Beru, Bulukumba Ini Mengaku Dikeroyok Preman

oleh
Ahiruddin (35) Korban pengeroyokan.

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Seorang Pria di Tananuntung, Lingkungan Turungan Beru, Kelurahan Bontokamase, Kecematan Herlang, Kabupaten Bulukumba, mengaku dikeroyok sejumlah orang tak dikenal. Kamis Juli 2017 petang, sekitar pukul 17.00 petang, Wita.

Korban bernama Ahiruddin (35) tahun, kepada Suaralidik.com, Sabtu (8/7) menuturkan awal kejadian saat dirinya mendapatkan perlakuan kasar beberapa orang bertampang preman, saat itu tiba-tiba dirinya dilempari batu kemudian dikeroyok membabi buta. Meski sempat melawan, Ahiruddin akhirnya tumbang lantaran kalah jumlah.

Beruntung pengeroyokan terhenti setelah adanya orang yang mengaku sebagai oknum anggota TNI dan langsung mengamankan korban, yang langsung dibawa ke rumah Kepala Lingkungan Turungan Beru dengan kedaan diikat

Ahiruddin (35) Korban pengeroyokan.

“Saya tidak pernah merasa bermusuhan dengan seseorang, tapi kenapa saya dikeroyok,” ujar pria yang akrab di sapa Ahi ini saat dirawat di Puskesmas Tanuntung akibat megalami luka memar, gigi patah dan luka pada bagian wajah dengan beberapa jahitan.

Tak sampai disitu, ia menyesalkan kejadian yang dialaminya saat digiring ke rumah kepala Lingkungan.

“Saya diikat diatas rumah kepala Lingkungan Turungan Beru dengan alasan yang tak jelas. Bahkan pengeroyokan masih berlanjut di atas rumah itu, dan saya masih dalam keadaan terikat,” ungkapnya.

Pengeroyokan baru berakhir pada saat Pihak kepolisian (Polsek) Herlang mendatangi rumah Kepala Lingkungan Turungan Beru, yang disesalkannya lagi korban dibawa ke Kantor Polsek masih dalam keadaan terikat.

Sementara itu, Keluarga korban, Jusliadi mendesak Polsek Herlang agar segera mengusut kasus tersebut, ia menilai kepolisian saat ini lambat dalam menangani kasus tersebut.

“Kasus ini sensitif sekali, karena berpotensi menyebabkan konflik antar lingkungan,” kata Jusliadi yang merupakan sepupu korban.

Selain itu, ia mengatakan apabila kepolisian tidak segera menagkap pelaku pengeroyokan, warga berencana menutup akses jalan yang ada di Bonto Manna sebagai akses jalan orang Turungan beru jika ingin keluar.

“Jangan tunggu masyarakat mengambil tindakan sendiri karena tidak puas dengan kinerja Polsek Herlang. Hal yang seperti ini sudah sering terjadi dan biasanya tidak selesai,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Herlang AKP Bakri saat ditemui keluarga korban mengaku akan serius menangani kasus ini.

” Kasus ini sementara kita selidiki, hanya saja belum ada kepastian, Belum ada pelaku yang diamankan, Insyaallah hari Senin,” ujar AKP Bakri, Kapolsek Herlang dihadapan keluarga korban. (RED 4)