Kasus Jenazah Ditandu Pakai Sarung, Bupati dan Kadis Kesehatan Dinilai “Cuci Tangan”

oleh

MAKASSAR, Suaralidik.com – Aliansi pemuda dan Mahasiswa Bulukumba berencana menggelar aksi besar-besaran mengepung kantor Bupati Bulukumba, terkait insiden serta polemik meninggalnya salah seorang pasien (Mappi) di Puskesmas Kajang yang akhirnya ditandu menggunakan Sarung lantaran tak diberi akses kepala Puskesmas beberapa waktu lalu.

“Kita sementara gelar konsolidasi aski besar-besaran mengepung kantor Bupati jika tuntutan kami tak dipenuhi,” ujar Anas Fadil, pewakilan Aliansi Mahasiswa usai konsolidasi di Makassar. Selasa (29/8/17).

Menurut Mahasiswa FEB pascasarjana Unhas ini, dalam kasus jenazah ditandu pakai sarung dan polemik penggunaan ambulance, Kepala dinas kesehatan dinilainya seolah-olah cuci tangan atau cari aman dengan mengelurakan keputusan mutasi kepala puskesmas Kajang, ditarik ke dinas kesehatan melalui kebijakan Bupati. Mereka menuntut kadis kesehatan dicopot.

“Berselang sehari putusan Bupati tersebut banyak persepsi dan opsi publik sehingga melahirkan pro dan kontra di masyarakat terkait insiden tersebut, salah satunya tumpang tindihnya regulasi yang mengatur tentang pengelolaan Mobil ambulance,” kata Anas.

Terlebih pernyataan Kepala dinas kesehatan Bulukumba dr. Gaffar yang di rilis pada salah satu media online smenuai kontroversi dan mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.

Dalam pernyataannya dr. Gaffar menyatakan Pengantar mayat atau jenazah kalau sementara di rujuk dan meninggal di ambulance itu di antar pulang kerumahnya, Meninggal di puskesmas pasti di antar juga kerumahnya, dan Kalau ada bencana yang menimpah warga dan mobil ambulance juga bisa di manfaatkan oleh warga.

Setelah diamati berbagai pihak pemuda, hingga akademisi dan politisi, pernyataan kapus kajang yang menjalankan regulasi yang menurunya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Akan tetapi komentar bupati Bulukumba AM Sukri Sappewal berkomentar di akun facebooknya bahwa regulasi itu salah di artikan oleh kapus kajang.

“Kami dari aliansi pemuda dan Mahasiswa Bulukumba sangat menyayangkan bahwa putusan mutasi yang di keluarkan oleh bupati Bulukumba itu sangat keliru sedangkan pihak terkait dinas kesehatan secara tidak langsung cuci tangan terhadap kasus Yang terjadi kecamatan kajang,” ungkap Anas.

Selain itu, perwakilan Mahasiswa lainnya, Arfandi amir Hamili menambahkan kepala puskesmas dalam insiden ini hanyalah kambing hitam atas kelirunya regulasi yang mengatur tentang pengelolaan mobil ambulance.

Setelah diamati kasus tersebut seperti tumpang tindih dengan regulasi yang ada dengan adanya pernyataan kepala dinas kesehatan Bulukumba dr. Gafar ia beranggapan bahwa kepala dinas itu mengada-ada aturan sehingga insiden itu dianggap tidak profesional menjalankan regulasi yang berlaku.

“Harus ada yang bertanggung jawab atas insiden ini. Kepala dinas kesehatan Bulukumba harus mundur karna keliru dengan regulasi yang ada. Kalaupun tuntutan kami tidak tanggapi maka kami dari aliansi pemuda dan mahasiswa Bulukumba akan turin ke jalan degan massa yang sangat besar,” tandas Arfandi. (Ar/ )