Kasus Kades Bontomatene Kuat Dugaan Di Politisasi Di Bulukumba

oleh
Rais H. Abd. Salam yang akrab di panggil APLUS ketua APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Bulukumba

SUARALIDIK.COM, Bulukumba – Desakan dan tuntutan yang dialami Kepala Desa Bontomatene untuk diberhentikan dari jabatannya selaku Kepala Desa Bontomatene menuai sorotan dan beberapa pihak di Bulukumba.(24/1/2018)

Rais H. Abd. Salam yang akrab dipanggil APLUS ketua APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Bulukumba

Dari apa yang dialami Kepala Desa Bontomatene sebelumnya dengan kasus foto-foto “Hot”nya hingga berujung pemerasan sampai dengan aksi unjuk rasa untuk memberhentikan jabatan Kepala Desa yang diembannya.

Sikapi hal tersebut, Rais H. Abd. Salam yang akrab di panggil APLUS selaku ketua APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Bulukumba senin 22 /01/2018 lalu yang bertempat Warkop Mattoangin dengan tegas mengatakan bahwa persoalan yang dialami oleh kades bontomatene itu murni pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja menposting hasil “Video call” di media sosial facebook sebagaimana yang sudah dilaporkan oleh Kades Bontomatene kepada pihak kepolisian.

APLUS juga berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Kabupaten Bulukumba agar lebih jeli, bijak dan berhati-hati dalam menangani kasus ini karena sepertinya ada kerja-kerja yang terstruktur yaitu dengan sengaja menpolitisir keadaan untuk menjatuhkan serta ada upaya untuk menggantikan kedudukan kepala desa bontomatene yang terletak di Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba.

Senada dengan itu, Muhammad Amin Lahaseng eks Ketua PMII Kabupaten Bulukumba, juga menilai ada unsur politik yang memang sudah dilakukan secara terstruktur dalam upaya menjatuhkan dan menggantikan posisi Kades Bonto Matene dan berharap kepada pihak kepolisian untuk segera membongkar kasus pemerasan yang dilakukan dengan cara memperdayai korban lewat Video Call Hot tersebut.(Kemal)