Kasus Korupsi Pengadaan Komputer Kabupaten Selayar Di Eksekusi Kejari

oleh

KEPULAUAN SELAYAR,SUARALIDIK.com– Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar , Saharuddin dituntut  1 Tahun Penjara atas kasus korupsi pengadaan komputer sekolah pada tahun 2008 lalu.

Kasus yang menyeret Saharuddin tersebut terjadi saat dia masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Selayar.

Dan bersama dengan Saharuddin juga terdapat 4 orang pejabat lainnya yang sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor beberapa waktu yang lalu dan pada tanggal 15/9/2016 kemarin telah di eksekusi ke Makassar guna menjalani penahanan.

Pihak Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Selayar baru menerima hasil keputusan Pengadilan Negeri (PN) Makassar, pada Senin (12/9/2016)  dimana PN Makassar memvonis Saharuddin selama 1 Tahun Penjara dengan denda Rp 50 Juta plus subsider 1 bulan.

Kasi Pidsus Kejari Selayar, Firman Wahyu Octavian - SUARALIDIK.com
Kasi Pidsus Kejari Selayar, Firman Wahyu Octavian – SUARALIDIK.com

Kepada SuaraLidik.com,Biro Kabupaten Kepulauan Selayar, Kasi Pidsus Kejari Firman Wahyu Octavian mengatakan telah mengeksekusi dan mengantar Saharuddin untuk menjalani penahanan sesuai dengan amar putusan PN Makassar.

Terdakwa,Saharuddin telah kami antar dengan pengawalan petugas Polres Selayar bersama Tim dari Kejari pada hari Kamis (15/9/2016) lalu” ujar Firman Octavian saat di konfirmasi melalui telpon selulernya.

Firman lanjut menambahkan bahwa Kejaksaaan akan bertindak tegas sesuai dengan aturan UU yang berlaku serta tidak pandang bulu ,dimana semua orang statusnya sama di mata hukum.

Sementara itu ditempat terpisah, Saharuddin  beberapa waktu yang lalu di dalam satu Warkop di Kota Benteng Selayar kepada Biro SuaraLidik.com mengatakan dirinya sudah siap untuk menjalani penahanan.

Alhamdulillah saya sudah katakan bahwa begitu pesta perkawinan anak saya telah selesai maka saya siap untuk menjalani penahanan di Makassar, saya tidak akan melakukan perlawanan hukum apapun hanya akan membuang-buang waktu saja” ujar Saharuddin.

Saharuddin berkilah dirinya lebih baik menjalani penahanan agar kasusnya cepat selesai dan dapat kembali berkarier di Pemerintahan karena perjalanan kariernya masih panjang.

Ini adalah resiko yang harus saya jalani karena kebijakan waktu saya menjabat Kadis Pendidikan hanya ikut  memperkaya orang lain saja ” ungkapnya

REPORTER ; imran hasan

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com