,

Kasus Pencabulan Terhadap Siswi SD Kelas 6 Akan Dikawal Oleh LSM Lidik Pinrang

oleh
Pencabulan anak di pinrang
Ketua LSM Lidik DPC Pinrang bersama keluarga korban ( orang tua DM ),Selasa 17/01/2016

Lidik Pinrang – Kasus pencabulan yang menimpa seorang anak dibawah umur berinisial DM (11 tahun) salah satu siswi Sekolah Dasar Negeri yang terletak di Dusun Majjakka,Desa Watangpulu Kec.Suppa Kab.Pinrang yang dilakukan oleh gurunya sendiri berinisial LK (24) menarik banyak perhatian masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Pencabulan anak di pinrang
Ketua LSM Lidik DPC Pinrang bersama keluarga korban ( orang tua DM ),Selasa 17/01/2016

Pasalnya pada hari Jumat (13/01/2017) lalu oknum guru berinisial LK (24) yang statusnya sebagai masih tenaga honorer itu telah melakukan perbuatan yang sangat tidak pantas terhadap siswinya sendiri di dalam kamar mandi (WC sekolah).

Setelah korban menceritakan perbuatan pelaku LK kepada orang tuanya,pelaku pun dilaporkan ke polisian dan dalam hari yang sama pelaku pun diringkus oleh Kepolisian Resort Suppa Pinrang Jumat malam (13/01/2017) sekitar pukul 19:00 WITA.

Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian,namun demikian orang tua korban ingin agar kasus ini dituntaskan dan memberikan hukuman yang setimpal terhadap pelaku.

Hari Selasa 17/01/2017 sekitar pukul 16:00 WITA,orang tua korban bernama DHL bersama istrinya AST meminta Pendampingan Hukum kepada LSM Lidik DPC Pinrang (Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarakatan) atas kasus pencabulan yang menimpa anaknya bernama DM.

Menurut DHL (orang tua korban) ,proses hukum dan tindak lanjut atas laporannya ke Polsek Suppa jumat lalu (13/01/2017) sepenuhnya di serahkan ke LSM LIDIK PINRANG untuk mengawal sampai kasus ini mendapatkan keadilan Hukum.

kami serahkan dan percayakan sepenuhnya kasus ini ditangani oleh LSM Lidik Pinrang sampai mendapatkan keadilan hukum” tuturnya kepada suaralidik.com,Selasa 17/01/2017 sekitar pukul 16:00 WITA.

Ketua LSM Lidik DPC Pinrang Rusdianto,SE.SH yang datang berkunjung ke rumah korban ditempat yang sama menyatakan siap membantu keluarga korban,menurutnya ini adalah amanah warga dan akan menjadi tanggung jawab untuk mendapatkan keadilan.

Insya Allah,kami dari lembaga investigasi akan membantu keluarga korban dalam memantau sekaligus mengawal langsung kasus pencabulan ini hingga mendapatkan keadilan hukum” jelas Rusdianto,SE.SH dirumah korban.

Menurutnya hal yang paling penting atas kasus ini adalah gerakan peduli baik dari pihak sekolah maupun dari keluarga terhadap psikolog anak yang sudah menjadi korban Pelecehan (pencabulan),dengan harapan korban bisa hidup normal dan kembali merasakan rasa-rasa bahagia bersama teman2nya.

Rusdianto,SE.SH juga menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi langsung kepada Komnas Perlindungan Anak mengenai kasus ini.

( Rsd/bcht)