Kawasan Hutan Adat Amma Toa Kajang Dikunjungi Menteri Kehutanan Dan Lingkungan Hidup

oleh
Rombongan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI mengunjungi kawasan hutan adat Amma Toa Kajang Bulukumba,Senin (8/8/2016)./SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com,BULUKUMBA- Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar M.Sc, Senin (8/8/2016) berkunjung ke Amma Toa Kajang Kabupaten Bulukumba. Agenda Kunjungan Menteri Siti Nurbaya ini untuk meninjau lokasi kawasan hutan Adat Amma Toa selanjutnya akan di laporkan ke Presiden RI untuk di berikan SK sebagai kawasan hutan adat di wilayah Indonesia Timur yang pertama di Indonesia.

Rombongan Menteri Kehutanan dan Lingkugan Hidup diterima langsung oleh Ketua Adat Amma Toa  “Puto Palasa” dan para pemangku adatnya serta Muspida bertempat dirumah Adat Ammatoa Kajang Kabupaten Bulukumba.

Di Kajang sendiri sebagaimana diketahui ada tiga lokasi hutan suku Ammatoa, lokasi yang pertama yaitu Barong Karamaka yakni hutan keramat yang tidak dapat ditambah atau dikurangi. Masyarakat dilarang menanam di dalam hutan dengan alasan karena suatu saat akan ada orang yang mengaku bekas tanamannya.

Lokasi yang kedua yaitu Barong Batasayya atau hutan perbatasan. Hutan ini adalah hutan yang diperbolehkan untuk di ambil kayunya selama persediaan kayu masih ada dan semua itu harus melalui izin dari Ammatoa sebagai pemimpin adat suku kajang.

Dan kawasan yang ketiga yaitu ‘Borong Luara‘ atau hutan rakyat. Hutan ini adalah hutan yang bisa dikelola oleh warga, Bagi penduduk Kajang, hutan diibaratkan sebagai seorang Ibu yang memberikan perlindungan sekaligus wajib dilindungi.

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto,dalam sambutannya mengatakan Masyarakat adat Ammatoa sangat antusias menyambut rombongan ibu Menteri dan semoga berkenan menginjakkan kaki di kawasan desa Tanah Toa yang memiliki prinsip “tallase kamase-mase”

” Tallasae kamase-mase artinya hidup apa adanya dan semoga kunjungan ini dapat mewujudkan cita-ciat para masyarakat adat Tanah Toa untuk menjadikan lokasi kawasan hutan Ammatoa menjadi hutan adat”ujar Tomy Satria.

Sedangkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup dalam sambutannya mengatakan telah lama mengatahui adanya kawasan hutan adat yang ada di Sul-Sel khususnya Kecamatan Kajang ( Desa Tanah Toa ) Kab. Bulukumba.

“Bahwa memang benar kalau masyarakat di desa Ammatoa ini menjaga kawasan hutan yang masih alami karena memang seyogyanya hutan itu harus berfungsi sosial bagi masyarakat yang ada disekitarnya” tambah Siti Nurbaya.

Menurut Camat Kajang, Andi Buyung Saputra dalam pemaparannya didepan rombongan Menteri, masyarakat Tanah Toa menganggap hutan adalah tempat bersemayam para Leluhur yang memiliki kedamaian dan ketenteraman sehingga perlu untuk dilestarikan. Masyarakat Adat Kajang memiliki prinsip tallase kamase-mase ( pasang) dimana jika ada yang melakukan kejahatan dalam bentuk apapun untuk merusak hutan maka akan dikenakan Sangsi berupa Cappa Babbala, Tangga Babbala dan Poko Babbala. Oleh karenanya masyarakat Kajang sangat berhati hati melakukan tindakan apapun terhadap kawasan hutan adat yang ada.

Luas hutan Adat Ammatoa yang rencananya akan dijadikan Hutan Adat yaitu 313,99 HA.

Penulis : Muh.Ardi