Kecoa Goreng, Enak dan Renyah !!! Mau Nyoba ????

oleh
Kecoa | Foto: flicker

SUARALIDIK.com, KULINER – Untuk sebagian besar masyarakat Indonesia, Kecoa, Ulat, Kalajengking dan sejenisnya adalah serangga yang menjijikan, namun di beberapa negara seperti, Thailand, Kamboja, Vietnam, China,Jepang dan sebagainya justru serangga dapat di olah menjadi kudapan yang lezat, meskipun di Indonesia sendiri ada yang namanya peyek laron yang dapat di konsumsi tanpa merasa jijik.

Sebelumnya, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) bahkan menyebut, makan banyak serangga akan membantu mengatasi kelaparan di dunia.

“Beternak serangga adalah salah satu dari banyak cara untuk mencapai ketahanan pangan dan pakan,” demikian isi laporan FAO sebagaimana di lansir dari BBC.

Kebanyakan serangga cenderung menghasilkan lebih sedikit gas rumah kaca yang berbahaya lingkungan dibandingkan ternak lainnya. Misalnya, sapi dan babi.

Seperti di Jinan, China, ada peternakan kecoa. Kecoa-kecoa tersebut di ternakan untuk di olah menjadi makanan dan untuk bahan obat. Pemilik peternakan, Wang Fuming punya cita-cita setinggi langit: menempatkan kecoa di piring dan mangkuk hidangan di seluruh China, sebagai makanan berprotein tinggi.

Aku suka kecoa-kecoa ini, aku merasa dekat dengan mereka,” kata Wang kepada BBC

Di kawasan industri di area pinggiran Jinan yang kumuh, Wang beternak jutaan kecoa. “Jumlahnya sekitar 10 juta sebelum ‘masa panen’,” kata dia.

Kecoa | Foto: flicker
                                                                                     Kecoa | Foto: flicker

Hewan-hewan yang bikin bulu kuduk berdiri itu ditempatkan di sebuah gudang, dengan koridor sempit dan sarang yang dibuat dari genteng semen yang dibariskan. Masuk ke dalamnya ibarat memasuki mimpi buruk atau lokasi syuting film Alien. Bau amoniak menyeruak. Bunyi gerakan kaki ribuan kecoa, di antara rak, di lantai, di mana pun — bak orkestra mengerikan.

Bukan kecoa rumah yang dipelihara Wang. Ia khusus beternak ‘kecoa Amerika’ — yang aslinya dari Afrika. Ia menjual hasil panennya itu ke sebuah perusahaan farmasi di China. Dalam hitungan ton.

Biasanya, kecoa-kecoa itu akan digiling, dimasukkan ke kapsul dan diiklankan sebagai obat untuk segala macam penyakit — perut, jantung, dan hati.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapsul itu dijuak di toko-toko obat tradisional, dengan iming-iming hasil yang menakjubkan. Lumayan populer di Tiongkok.

Renyah dan Enak

Selain jadi obat, serangga juga bisa dimakan. Ini cara Wang memasaknya: semangkuk kecoa ke minyak kacang panas. Diangkat, lalu dicemplungkan kaki ke wajan. Digoreng 2 kali kecoa goreng langsung bisa disantap. “Aku merasa badanku lebih baik setelah memakan kecoa,” kata dia. Wang menambahkan, yang sayapnya copot makin mudah dikudap.

Menurut David McKenzie, rasanya renyah, mirip kentang yang kelamaan digoreng. Namun, rasa yang ditinggalkan di lidah dan langit-langit mulut sangat kuat.

Sementara, bagi Wang, kecoa adalah makanan enak. “Kalau kau tak mencobanya, bakal menyesal seumur hidup,” kata dia. Mau coba?

SOURCE ; bbc
REDAKSI ; suaralidik.com-andi awal