Kejaksaan Bidik Dugaan Kasus “Bagi-Bagi” Proyek Dana Aspirasi DPRD Bulukumba

oleh
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bulukumba, Muh Ihsan (Tengah)

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba mengaku membidik dugaan kasus bagi-bagi proyek sejumlah legislator DPRD Bulukumba.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bulukumba, Muh Ihsan (Tengah)

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bulukumba, Muh Ihsan saat menerima aspirasi puluhan massa yang berdemonstrasi di halaman Kejaksaan Bulukumba. Senin (4/9/17).

“Sementara ini kami akan melakukan penyelidikan,” Kata Muh Ihsan.

Selain itu, lanjutnya pihak kejaksaan akan merasa terbantu bila massa yang berunjuk rasa mampu menyerahkan bukti-bukti.

“Apabila ada bukti dari teman-teman soal penyelewengan dana aspirasi tolong berikan segera kepada kejaksaan,” ujar Ihsan.

Terpisah, Ketua DPRD Bulukumba, Andi Hamzah Pangki saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Namun membantah dari 40 anggota DPRD Bulukumba tidak ada yang mengerjakan proyek.

“DPRD 40 anggota tidak pernah mengerjakan proyek kalau ada,” singkat Hamzah Pangki. Selasa (5/9/17).

Seperti diketahui, Puluhan Massa yang tergabung Pemuda dan Mahasiswa Bersatu (FOPMAB) mengepung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba. Senin (4/9/17).

Puluhan massa tersebut menggelar aksi unjuk rasa terkait adanya bagi bagi proyek dana aspirasi di internal DPRD Bulukumba.

Dalam orasinya, massa menuding DPRD Bulukumba yang beranggotakan 40 orang menerima proyek dalam bentuk penunjukan langsung (PL) yang bersumber dari beberapa SKPD yang ada di kabupaten Bulukumba dengan Jumlah anggaran yang bervariasi, dan proyek tersebut disebar hampir semua daerah pemilihan anggota DPRD bersangkutan sehingga proyek tersebut mereka sebut dengan dana aspirasi.

Sementara aksi berlangsung kurang lebih 1 jam, tak satupun legislator yang menemui demonstran. (Indra/ Ar)