Kejar Rekor Muri, Wabup Bulukumba Pimpin Senam Ribuan Masyarakat di Peringatan HKN

oleh

BULUKUMBA – Ribuan masyarakat Bulukumba tumpah di lapangan Pemuda, Minggu, (12/11). Mereka mengikuti jalan sehat dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Kesehatan Nasional yang ke 53 dengan rute dimulai di Lapangan Pemuda, jalan Jenderal Sudirman, berputar di jalan Muchtar Lutfi, menuju pasar tua dan finis kembali di Lapangan Pemuda

Selain jalan santai yang berhadiah doorprize, juga dilakukan senam massal. Senam ini merupakan kegiatan serentak yang dilaksanakan se-Indonesia, untuk mengejar rekor Muri. Dipimpin Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, Ketua DPRD, Andi Hamzah Pangki, Sekretaris Daerah, Andi Bau Amal, ribuan masyarakat ikut bergoyang mengikuti senam yang merupakan rangkaian kegiatan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), yang di launching bertepatan pada perayaan HUT Kesehatan Nasional.

Dalam sambutanya, Tomy mengatakan jika program Germas ini merupakan langkah yang baik dalam mewujudkan terciptanya daerah yang sejahtera. Dengan terciptanya masyarakat yang sehat, berfikir dan bertindak positif tentu akan berdampak pada kesejahteraan daerah. Yang tentu hal tersebut menunjang pada keberhasilan pada pertanian jika dia petani, pelayanan maksimal pada masyarakat jika di PNS.

“Mari menjadikan Bulukumba sebagai daerah layak huni, yang kuncinya sangat simpel, berolahraga, berfikir dan bertindak positif, yang salah satunya menjaga kebersihan lingkungan kita,” imbau Tomy.

Saat ini, lanjut Tomy, angka kematian bukan lagi disebabkan pada penyakit menular, namun gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kita sendiri, salah satunya stroke, karena menganggap enteng kesehatan.

“Kedepanya kita akan memastikan pendanaan daerah, tidak akan lagi berfokus pada pembangunan, namun kegiatan-kegiatan pada program kesejahteraan masyarakat, salah satunya peningkatan taraf hidup dan kesehatan masyarakat,” ujar Tomy.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Gaffar yang mengatakan jika perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi). Tahun 2015,  seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), Kanker dan Diabetes justru menduduki peringkat tertinggi penyebab kematian.

Hal tersebut lanjut Gaffar merupakan sebuah pembelajaran berharga di era saat ini, karena dengan gaya hidup yang tidak sehat juga akan menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pula pada besarnya beban pemerintah karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar. Pada akhirnya, kesehatan akan sangat mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.

“Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI secara khusus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui Germas guna mewujudkan Indonesia sehat,” jelas Gaffar dalam laporannya.

Germas menurut Gaffar dapat dilakukan dengan cara melakukan aktifitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama