,

Kejati: Persoalan GORR, Jika Ada Bukti Gubernur Gorontalo Akan Dipanggil

oleh -275 views
Photo : Kajati Gorontalo bakal memanggil Gubernur Gorontalo terkait pembebasan lahan GORR

Gorontalo Suaralidik.Com – Setelah beberapa saksi yang dimintai keterangan terkait dengan persoalan pembebasan lahan pembangunan Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) setelah beberapa pejabat yang diperiksa diantaranya Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Asisten 1 Pemprov Gorontalo Anis Naki, bersama Mantan Bupati Gorontalo David Bobihudan mantan Ketua Deprov, Rustam Akili, hari ini Selasa (13/11/2018).

Ketiganya memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Gorontalo, guna memberikan keterangan terkait dugaan korupsi pembebasan tanah dalam proyek Gorontalo Outer Ring Road (GORR). pihak Kejaksaan terus mendalami apakah ada keterlibatan oknum pejabat Provinsi lain dalam hal ini.

Hal ini dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Firdaus Dewilmar, Untuk menuntaskan kasus ini ia meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat Gorontalo “Saya kira untuk menuntaskan hal ini, harus ada dukungan dari masyarakat Gorontalo agar kasus ini segera tuntas secepat mungkin,” ujarnya.

Selain itu ditanyakan apakah ada keterlibatan keterlibatan Gubernur terkait kasus ini, Firdaus Dewilmar mengatakan, untuk keterlibatan Gubernur kami masih mendalaminya “Yang jelas soal keterlibatan pak Gubernur nanti kita lihat dari keterangan para saksi dan alat bukti lain serta barang bukti, dan kalau itu memenuhi makan kami akan melakukan pemanggilan kepada Gubernur, siapapun dia tetap kami akan panggil yang penting buktinya ada,” tegasnya.

Photo : Caption Foto : Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Asisten 1 Pemprov Gorontalo Anis Naki, bersama Mantan Bupati Gorontalo David Bobihu dan mantan Ketua Deprov, Rustam Akili saat keluar dari ruang pemeriksaan Kejati Gorontalo

Dirinya mengatakan, keterangan dari ke empat orang tersebut sangatlah penting untuk memberikan penguatan terhadap kasus dugaan korupsi sehingga kasus ini secepatnya ditetapkan statusnya.

“Kehadiran dan keterangan beliau-beliau itu kita harapkan untuk membuat terangnya tindak pidana yang terjadi, untuk mengungkap siapa yang akan bertanggung jawab terhadap tindak pidana tersebut,” tandasnya Dewillmar.(***ARF)